Skip to main content

Tuatara Menegaskan Penis Berevolusi Hanya Sekali

Penelitian ~ Seperti reptil dan mamalia lainnya, embrio Tuatara Sphenodon punctatus mengembangkan kelamin tapi kemudian hilang yang membawa petunjuk evolusi.

Embrio S. punctatus hidup di Selandia Baru mulai membentuk novel nubbins kecil sebagai organ kelamin laki-laki, tapi tidak pernah menumbuhkan lingga secara nyata.

Pengembangan penis kemudian menyusut yang mendukung teori bahwa organ pengiriman sperma berevolusi hanya sekali pada mamalia dan reptil yang selama ini membingungkan para ilmuwan.

Tuatara di ambang kepunahan, manajer konservasi tidak akan mengizinkan mengorbankan salah embrio untuk meneliti sejarah phallic. Tapi para ilmuwan tahu slide mikroskop embrio di Harvard Museum of Comparative Zoology.

"Slide sebagian besar abad ke-20 sehingga beberapa telah hilang. Tapi spesimen berusia lebih dari 100 tahun memiliki kualitas histologis mengagumkan," kata Thomas Sanger, biolog University of Florida di Gainesville.

Tuatara tidak benar-benar bersama kadal dalam beberapa hal sebagai garis terakhir yang selamat dari kelompok sejarah 250 juta tahun dimana sebagian besar reptil punah bersama dinosaurus.


Bagaimana penis berevolusi pada vertebrata menonjol karena keturunan lain hewan bersisik pertama yang mengvolusi telur memerlukan fertilisasi internal sedangkan organ pengirim sperma berkembang liar dan beragam.

Tuatara memiliki banyak fitur yang ditemukan pada amniotes awal. Jika bukan karakteristik kuno, maka bentuk penis sangat berbeda dari kadal, buaya dan mamalia yang berevolusi secara independen.

Tapi biolog lainnya berpendapat penis berevolusi sekali pada amniota dan berubah dalam cara unik setiap kelompok dari waktu ke waktu. Temuan baru memberi dukungan teori ini bahwa penis amniote berevolusi hanya sekali.
Resurrecting embryos of the tuatara, Sphenodon punctatus, to resolve vertebrate phallus evolution

Thomas J. Sanger, Marissa L. Gredler, Martin J. Cohn

Biology Letters, October 28, 2015, DOI:10.1098/rsbl.2015.0694

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.