Skip to main content

Tenaga Hujan Kantong Semar Nepenthes gracilis

Credit: Ulrike Bauer
Penelitian ~ Air hujan jatuh adalah tanda bahaya. Hujan memberi sedikit bantuan kepada Kantong Semar Nepenthes gracilis untuk azab semut yang tersangkut.

Ketika hujan menyerang kendi yang menggantung, tutup bertindak seperti piring pegas melempar semut yang merayap di atasnya ke dalam perangkap menuju kematiannya.

Eksploitasi sumber energi eksternal adalah strategi pasif tapi dinamis. Kantong Semar karnivora menggunakan daya jatuhnya air hujan untuk menggerek semut dan terpeleset ke dalam baskom.

Tutup kaku berlapis kristal lilin licin dan bergetar sangat cepat kombinasi maksimal menyelesaikan pekerjaan. Semut terpental tanpa pegangan kemudian tenggelam dalam cairan pencernaan.

Para ilmuwan memasang kamera berkecepatan tinggi dan mengukur getaran menggunakan laser ketika simulasi hujan memukul permukaan. Daun bergerak pada titik tertentu dan kembali seperti pegas.

"Anda mendapatkan osilasi sangat mirip ketika meletakkan penggaris di tepi meja dan mengibaskan ujung dengan jari," kata Ulrike Bauer, biolog University of Bristol di Inggris.



Gerakan adalah unik dalam kerajaan tanaman. Kecepatan tinggi adalah strategi mudah melampaui manuver serangga tanpa harus investasi energi apapun. Tanaman hanya membangun struktur.

N. gracilis dan dunia Kantong Semar tidak aktif seperti tanaman penjebak lainnya. Kunci tenaga hujan adalah kekakuan tutup dengan lentur terkonsentrasi tepat di ujung.

"Jika Anda mencoba melompat dari tengah papan loncat, tidak terlalu efektif. Itu sebabnya perenang indah berjalan ke ujung," kata Bauer.
Mechanism for rapid passive-dynamic prey capture in a pitcher plant

Ulrike Bauer et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, October 5, 2015, DOI:10.1073/pnas.1510060112

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.