Skip to main content

Langkah Bipedal Simpanse Sama Dengan Manusia

Penelitian ~ Fleksibiltas dua kaki mengejutkan simpanse menunjuk kiprah kera berjalan tegak sebagaimana hominid kuno memiliki langkah bipedal mirip manusia.

Simpanse tidak memiliki penopang tapi memiliki langkah 2 kaki fleksibel mengejutkan bahwa lebih dari 3 juta tahun lalu anggota keluarga evolusioner manusia berjalan cukup baik.

Peragaan kinematik sepupu kuno di atas catwalk menyoroti simpanse dan manusia berbagi lebih banyak kesamaam penggerak sejauh para hominin pertama berdiri di atas kaki sendiri.

Bahkan jika Australopithecus afarensis, hominid paling dikenal dengan kerangka parsial Lucy memiliki konstruksi menyerupai simpanse tidak mencegah mereka berjalan santai dan efisien di lanskap Afrika Timur.

Ketika manusia melakukan dengan mengkoordinasikan gerakan pinggul dan tubuh bagian atas, panggul berputar ke depan dan batang tubuh bergerak dalam arah berlawanan.

Gaya membatalkan momentum sudut dan mengurangi jumlah energi yang dibakar sambil berjalan. Akhirnya, lengan ayun mengimbangi goyangan pinggul dan menyelesaikan kiprah manusia yang khas.



Simpanse kadang-kadang melakukannya juga di alam liar dengan batang kompak dan tinggi meskipun pinggul lebar menyebabkan mereka membungkuk dan kaku sehingga agak canggung.

"Kita tahu sekarang bahwa aspek yang lebih menyerupai simpanse tidak akan menimbulkan penghalang bagi Lucy berjalan tegak," kata Nathan Thompson, antropolog Stony Brook University di New York.

Para ilmuwan menyingkirkan hipotesis karakteristik kontra rotasi bahwa nenek moyang manusia sebelum Homo erectus dianggap kaku, sebaliknya mareka memiliki saham kesamaan ketika berjalan secara modern.

Bahkan jika hominin awal memiliki tulang panggul yang diputar sampai 50 persen lebih dibanding manusia modern, mereka masih berjalan tegak dan menghemat energi dengan melenggang kangkung.
Surprising trunk rotational capabilities in chimpanzees and implications for bipedal walking proficiency in early hominins

Nathan E. Thompson, Brigitte Demes, Matthew C. O’Neill, Nicholas B. Holowka & Susan G. Larson

Nature Communications, 06 October 2015, DOI:10.1038/ncomms9416

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.