Skip to main content

Biji Tanaman Mimikri Tinja Untuk Menipu Kumbang

Penelitian ~ Biji rumput Ceratocaryum argenteum meniru kotoran antelop menipu kumbang Epirinus flagellatus untuk penyebaran dan mengubur benih tanpa curiga.

Tanaman kadang-kadang lebih pintar dari hewan ketika menebar benih dan siapapun dapat melihat bahwa biji menyerupai bola kecil memancarkan materi kimia seharum kotoran kijang.

Orang-orang gemar membuat kemiripan dirinya seperti selebriti dan pekan ini komunitas ilmiah menemukan panggung asli. Peniru adalah tanaman dan selebriti adalah kotoran.

Kumbang menggulung kotoran hewan menjadi bola dalam pesta pora kemudian menyimpan dan mengubur untuk stok makanan di kemudian hari atau sebagai tempat untuk bertelur.

Tetapi kali ini mengesankan kecerdikan tanaman karena kumbang tidak mendapatkan apa-apa dalam perjanjian bahwa mereka hanya ditipu mengubur makanan yang tidak pernah bisa dimakan.

Imitasi brilian mengelabui kumbang adalah trik aromatik. Mengiring dan mengubur gulungan seolah-olah kotoran yang sebenarnya sehingga tumbuh tanaman baru sebagai hasil kerja mereka.

Benih C. argenteum panjang 1 sentimeter, bulat bergelombang dan coklat seperti kotoran kecil kijang disebut bontebok memancarkan gas yang banyak ditemukan dalam tinja herbivora.

"Bayangkan bau kambing, itulah yang mereka bau. Ini luar biasa," kata Jeremy Midgley, biolog University of Cape Town.

Kiri: Biji; Kanan: Asli. Credit: Joseph Douglas Mandla White

Para ilmuwan mengira benih disebarkan oleh tikus. Tapi ketika menyiapkan kamera mereka menemukan tikus tidak tertarik. Rekaman menangkap kumbang menggiring dan mengubur biji.

Tim kemudian meletakkan 195 biji di tanah terikat benang neon untuk melihat apa yang terjadi. Lebih dari seperempatnya dibawa pergi dan dikubur kumbang dalam waktu 24 jam tanpa curiga.

"Ada banyak peristiwa evolusi kimia untuk menipu kumbang melakukan pekerjaan ini. Contoh terbaik aksi penipuan dalam hal penyebaran benih," kata Midgley.

Para peneliti kagum pada berbagai molekul yang diproduksi dan kesamaannya dengan kotoran kijang. Benih menghasilkan 300 kali lebih banyak volatil senyawa dibanding biji lainnya.

Aksi tipuan kotoran bukan satu-satunya dalam kehidupan. Ulat, laba-laba dan lalat meniru kotoran burung dalam penampilan maupun bau agar terhindar dari kudapan predator.

Tipu muslihat pada tanaman umum dilakukan ketika datang untuk menarik penyerbuk. Banyak anggrek tidak menghasilkan nektar tapi meniru bunga lain dalam rangka memikat serangga bersenggama.




Faecal mimicry by seeds ensures dispersal by dung beetles

Jeremy J. Midgley, Joseph D. M. White, Steven D. Johnson & Gary N. Bronner

Nature Plants, 05 October 2015, DOI:10.1038/nplants.2015.141

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.