Skip to main content

Anggrek Dendrochilum hampelii Spesies Baru di Toko Bunga

Penelitian ~ Anggrek pink ternyata spesies baru, Dendrochilum hampelii merek baru meskipun dibudidaya dengan nama dagang komersial Big Pink.

Semudah yang tampak penemuan spesies baru dari warung bunga ketika pada tahun 2013 sebuah spesies tak dikenal dari keluarga Dendrochilum muncul dalam budidaya dengan nama dagang komersial 'Big pink'.

Sementara belajar budidaya tanaman mungkin cukup menyenangkan sebagai titik awal untuk pencarian ilmiah, asumsi bahwa seseorang menemukan spesies baru di toko bunga dengan mudah bisa salah.

Tidak hanya tempat asal ditulis pada label sering diragukan, tapi selalu ada kemungkinan disengaja yang menggambarkan hybrid buatan manusia sebagai spesies baru.

Para ilmuwan sekuensing DNA dan menyimpulkan bahwa Big Pink adalah spesies yang sebelumnya tidak diketahui dari anggrek genus liar Dendrochilum dan bahwa tidak ada bukti sebagai hybrid buatan.

"Kami secara resmi menjelaskan Big pink sebagai spesies baru dengan nama Dendrochilum hampelii," kata Bobby Sulistyo, biolog Leiden University.


"Secara morfologi sangat mirip dengan Dendrochilum propinquum, tetapi berbeda dalam sejumlah karakter," kata Sulistyo.

"Dua individu budidaya tersedia untuk penelitian kami, satu tidak memiliki catatan asal. Yang lain diduga berasal dari Filipina, pengamatan di provinsi Bukidnon dan Misamis di pulau Mindanao," kata Sulistyo.

Entah dari mana karena sampel nongkrong di toko bunga, tapi di alam liar Big pink tumbuh sebagai epifit pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut di antara lumut pada batang dan cabang pohon.

Bunga segar di alam liar kuning pucat sedangkan bunga segar hasil budidaya adalah salmon merah muda. Sulistyo dan rekan menyarankan status konservasi sebagai Data Deficient menurut IUCN Red List of Threatened Species.
Dendrochilum hampelii (Coelogyninae, Epidendroideae, Orchidaceae) traded as ‘Big Pink’ is a new species, not a hybrid: evidence from nrITS, matK and ycf1 sequence data

Bobby P. Sulistyo, Ronny Boos, Jim E. Cootes, Barbara Gravendeel

PhytoKeys, 01 Oct 2015, DOI:10.3897/phytokeys.56.5432

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.