Skip to main content

Gigitan Ular Sebanding Garis Kematian Lainnya

Penelitian ~ Gigitan ular mematikan seperti penyakit lain di Afrika Barat dalam sorotan media tahun ini dan setelah hampir 11.000 orang tewas oleh wabah Ebola.

Meskipun pukulan Ebola berkelebat seperti hantu keluar masuk dari kesadaran publik, para peneliti menunjuk pembunuh lain yang hampir sama mematikan yaitu ular.

Urbanisasi pesat membentuk perkotaan dan ular berbisa mungkin tampak sebuah ancaman kuno, tapi kematian akibat digigit ular berbanding sama bencana alam dan penyakit lainnya.

Lebih dari 4000 orang meninggal setiap tahun di Afrika barat. Selain paku kematian, gigitan ular menghasilkan lebih dari 5000 amputasi dengan total mengisi 10% tempat tidur rumah sakit.

Para ilmuwan menghitung jumlah orang hilang, sakit, cacat permanen atau berbagai proxy kematian bahwa 320.000 orang setiap tahun di Afrika Barat berjuang melawan gigitan ular.

Angka kematian benar-benar melebihi penyakit tropis lainnnya seperti infeksi nematoda dan trypanosomiasis yang sering menerima lebih banyak perhatian pemerintah dan swasta.

Para spesialis kesehatan memperingatkan stok antivenom yang paling efektif untuk Carpet Viper (Echis ocellatus) dan Black Mamba (Dendroaspis polylepis) habis pada tahun 2016.

Pengobatan antivenom memakan biaya antara US$250 hingga US$500 yang berarti banyak korban tidak mampu mencari pengobatan sama sekali atau lebih memilih pergi ke dukun.

Tahun 2010 perusahaan farmasi Perancis Sanofi Pasteur di Lyon berhenti memproduksi Fav-Afrique karena tidak menguntungkan. Coktail adalah serum antibodi yang mengurangi peredaran jumlah racun dalam darah.
Snakebite is Under Appreciated: Appraisal of Burden from West Africa

Abdulrazaq G. Habib et al.

PLoS Neglected Tropical Diseases, September 23, 2015, DOI:10.1371/journal.pntd.0004088

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.