Skip to main content

Wabah Pes Yersinia pestis Melanda Zaman Besi

Penelitian ~ Wabah pes melanda Zaman Besi, analisis DNA menunjuk strain Yersinia pestis merginfeksi orang jauh sebelum peta Justinian dan Black Death.

Ketika wabah melanda Eropa tahun 1665 tidak ada yang mengetahui bagaimana penyebaran penyakit. Tapi setelah seorang penjahit desa kecil Eyam di Inggris tengah mati di bulan September, orang akhirnya menyalahkan kutu.

Dia menerima bingkisan kain penuh dengan kutu hanya 4 hari sebelum meninggal. Dalam sebulan 5 desa lainnya menyerah dan pendeta memerintahkan warga kota sukarela ditempatkan di bawah karantina.

Wabah membunuh jutaan orang Eropa dan Asia sekitar 1.500 tahun lalu. Tapi varian sebelumnya tidak diketahui bakteri Y. pestis penyebab wabah menginfeksi orang beberapa ribu tahun sebelumnya.

Mutasi DNA mikroba menular ditemukan di gigi Zaman Perunggu dan awal Zaman Besi yang hidup antara 4800 hingga 3000 tahun lalu dan ditularkan dari orang ke orang melalui batuk.

Para ilmuwan menganalisis kerangka 101 individu yang dikumpulkan dari penggalian arkeologi menemukan DNA Y. pestis dari Zaman Perunggu Siberia tahun 2794 SM dan awal Zaman Besi Armenia 951 SM.

"Kami mampu menemukan DNA asli dalam sampel 3.000 tahun lebih awal dari laporan sebelumnya," kata Simon Rasmussen, biolog Technical University of Denmark.

Wabah mungkin bertanggung jawab untuk mengakhiri misteri periode klasik dengan runtuhnya peradaban Yunani kuno dan menghapus secara tiba-tiba tentara Kekaisaran Romawi.

Bakteri wabah mengevolusi diri dari waktu ke waktu. Pes salah satu senjata biologis pertama dikenal manusia ketika tahun 1346 tentara Mongol melempar korban ke kota Crimean di Caffa, menurut memoar Italia.

Y. pestis menghukum setidaknya 3 pandemi paling menghancurkan dalam sejarah manusia. Wabah Justinianik berlangsung dari abad ke-6 sampai abad ke-8 membunuh hingga 100 juta orang.

Wabah Black Death berlangsung dari abad ke-14 sampai ke-17 menghapus 60 persen lebih penduduk Eropa. Wabah modern dimulai di China tahun 1800-an dan menyebar ke Afrika, Amerika, Australia dan Eropa.

Para ilmuwan juga menaruh kecurigaan bakteri yang sama dalam batu mustika dating 20 juta tahun yang mungkin menjadi penyebab terhapusnya beberapa spesies awal manusia seperti Homo floresiensis.

"Kami menyelidiki langkah evolusi cepat bakteri yang berkembang menjadi salah satu bakteri mematikan dalam sejarah manusia," kata Rasmussen.
Early Divergent Strains of Yersinia pestis in Eurasia 5,000 Years Ago

Simon Rasmussen et al.

Cell, DOI:10.1016/j.cell.2015.10.009

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.