Skip to main content

Bintang Mati WD 1145+017 Melahap Sistem Planet

Penelitian ~ Kerdil putih mengkoyak sistem planet, setidaknya satu planet bernasib buruk atau mungkin lebih dari setengah lusin menjadi camilan core bintang mati.

Sebuah kerdil putih dijuluki WD 1145+017 di konstelasi Virgo menebar jejak orbit puing berbatu. Awan puing-puing terdeteksi teleskop Kepler berulang kali memblokir cahaya bintang.

Jejak elemen berat seperti aluminium, silikon dan nikel pada kerdil putih yang biasanya tenggelam ke bintang dengan cepat dan menghilang berserakan di sana dan di sini.

Kehancuran sistem terekam untuk pertama kalinya peristiwa final suram dunia. Sisa-sisa planet berbatu dikoyak spiral di sekitar bintang mati atau kerdil putih duduk 570 tahun cahaya dari Bumi.

Potongan planet berayun di sekitar kerdil putih setiap 4,5 sampai 5 jam, menempatkan mereka dalam orbit 520.000 mil dari bintang atau sekitar 2 kali jarak Bumi dan Lunar.

Para ilmuwan menonton adegan realtime bencana kosmik bagaimana sekilas nasib akhir Bumi tanpa melebih-lebihkan kejadian yang menegaskan teori banyak bintang terbakar habis masih berusaha meminta tarif.

Batu jatuh dari ketinggian 1 meter cukup memukul bintang ribuan kilometer per jam, gaya gravitasi melucuti semua unsur berat di bawah permukaan. Tapi banyak katai putih tetap memiliki unsur-unsur berat yang mencurigakan.

"Tidak ada manusia yang melihat sebelumnya. Kami sedang menonton sebuah tata surya hancur," kata Andrew Vanderburg, astronom Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Massachusetts.

Bintang seperti Matahari didorong reaksi nuklir yang mengubah hidrogen menjadi helium. Tapi ketika hidrogen habis, mereka membakar unsur lebih berat seperti karbon dan oksigen kemudian membengkak dramatis.

Pengamatan awal Kepler ditambal pengukuran Whipple Observatory di Massachusetts, MEarth-South telescope di Chili dan Keck Observatory di Hawaii menemukan batu-batu berserakan di sekitar jazad bintang.

"Kita sekarang memiliki asap yang menghubungkan polusi kerdil putih dengan kehancuran planet berbatu," kata Vanderburg.

Tidak jelas dari mana benda berbatu datang di tempat pertama, tapi satu kemungkinan kematian bintang dengan orbit gravitasi stabil sebuah planet masif sedemikian rupa menendang planet kecil ke arah amarah.

Nasib serupa juga menunggu Tata Surya ketika Matahari sekarat 5 miliar tahun ke depan. Raksasa merah membengkak dan menelan planet-planet dalam, memanggang Merkurius dan Venus. Bumi juga.

Tapi jika Bumi bertahan dari trauma kosmik, mungkin mendapati seluruh wajah diparut spiral seperti kupasan pisau mesin bubut ke dalam garis meja kerdil putih Matahari.

Kematian bintang mengubah arah planet berantakan dan menabrak satu sama lain menyerupai tumbukakan karambol sebagai pergolakan akhir sistem planet yang tak terhindarkan.
A disintegrating minor planet transiting a white dwarf

Andrew Vanderburg et al.

Nature, 21 October 2015, DOI:10.1038/nature15527

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.