Skip to main content

Air Garam Mengalir Sampai Jauh di Planet Mars

Penelitian ~ Coretan garam pertanda air mengalir bukan hanya kenangan di planet Mars. Data baru menunjukkan dunia basah di Planet Merah bahkan terjadi hari ini.

Garis-garis gelap musiman terukir di beberapa lereng berlapis garam yang harus membutuhkan air cair untuk membentuknya. Wahana NASA mencatat bukti terkuat spektrum garam terhidrasi di 4 lokasi di Mars.

Suasana asin muncul hanya di musim hangat setiap tahunnya bahwa peningkatan suhu mungkin mendorong air ke permukaan, meskipun tidak jelas apakah sumber berasal dari es yang terkubur, akuifer lokal atau sesuatu yang lain.

NASA Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) memberi bukti terkuat air cair asin mengalir di permukaan planet selama musim hangat yang mungkin menopang kehidupan mikroba atau setidaknya bagian-bagian planet bisa dihuni manusia.

Secara teoritis astronot dan traveler yang berkunjung ke Mars memanfaatkan perklorat sebagai hak mereka sendiri dan juga digunakan untuk membuat bahan bakar roket propelan.

"Kita ke tempat-tempat di mana menemukan air dan bukti kimia perklorat. Kami mengamati molekul sisa air garam, kami menemukan bukti terhidrasi," kata Lujendra Ojha, geolog Georgia Institute of Technology di Atlanta.

Awal tahun 2011 para ilmuwan menggunakan kamera MRO menemukan ratusan garis selebar 5 meter dan panjang ratusan meter selama musim hangat dan memudar ketika musim dingin.

Credit: NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona

Tekanan sangat rendah di Mars membuat air memiliki titik didih hanya beberapa derajat Celcius, setelah itu menguap. Kehadiran perklorat membuat titik didih air jauh lebih tinggi.

Spektrometer onboard Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM) menganalisis pantulan sinar Matahari untuk mengindikasikan mineral yang hadir di permukaan.

Garam menyerap air dari atmosfer dan menurunkan titik beku. Air tetap cair bahkan dalam iklim Mars yang dingin. Data spektral dari 4 lokasi mengungkap magnesium perklorat, magnesium klorat dan sodium perklorat.

"Jika air benar-benar jenuh perklorat, maka kehidupan seperti yang kita kenal di Bumi tidak mampu bertahan hidup," kata Ojha.

"Tapi jika air hanya memiliki persentase kecil dari perklorat di dalamnya, maka saya pikir kita baik-baik saja," kata Ojha.
Spectral evidence for hydrated salts in recurring slope lineae on Mars

Lujendra Ojha et al.

Nature Geoscience, 28 September 2015, DOI:10.1038/ngeo2546

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …