Skip to main content

Telinga Hominin Kuno Mendengar Konsonan Tinggi

Penelitian ~ Telinga hominid kuno disetel untuk frekuensi tinggi. Dua juta tahun lalu nenek moyang manusia mendengarkan dunia sangat berbeda tapi dalam jalur menjadi manusia.

Hominid Afrika Selatan yang hidup 2,5 juta hingga 1,5 juta tahun lalu memiliki telinga untuk suara konsonan frekuensi tinggi yang memungkinkan komunikasi makna, meskipun mungkin tanpa bahasa.

Australopithecus africanus dan Paranthropus robustus mendengar konsonan frekuensi tinggi yang terkait dengan huruf "K", "T", "Th", "F" dan "S" lebih baik dari simpanse dan mengarah pada manusia.

Para ilmuwan menemukan mendiang saudara sepupu kuno manusia saling mengobrol ini dan itu ketika pertama kali belajar berjalan menggunakan dua kaki menyusuri lanskap terbuka Afrika.

Tidak seperti kera hidup lainnya, hominim awal mendeteksi komunikasi vokal jarak pendek yang lebih cocok di savana terbuka selama beberapa waktu bahwa perbedaan tersebut mengarah pada ekologi bipedal.

Pemetaan CT scan dan teknologi digital merekonstruksi tengkorak yang memandu virtualisasi jaringan lunak di sekitar tulang telinga untuk melihat kepekaan dalam mendengar.

"Pola pendengaran mirip simpanse, tapi sedikit berbeda," kata Rolf Quam, bioantropolog Binghamton University di New York.

Manusia modern bisa mendengar frekuensi lebih luas antara 1 dan 6 kilohertz (kHz). Kisaran ini termasuk suara yang digunakan dalam bahasa lisan yang tidak mudah didengar simpanse dan primata lainnya.

Manusia awal memiliki sensitivitas lebih besar untuk beberapa frekuensi bernada tinggi yang dijelaskan dalam anatomi seperti kanal lebih pendek dan lebar, tabung dan gendang.

Kemampuan membantu komunikasi jarak pendek yaitu memproduksi suara satu sama lain pada jarak 23 meter di savana karena vokalisasi ini lebih sulit didengar di hutan lebat.

"Kita tahu spesies ini secara teratur menduduki savana sejak diet mereka 50 persen dari sumber daya yang ditemukan di lingkungan terbuka," kata Quam.

Kombinasi fitur pendengaran lebih sesuai untuk komunikasi jarak pendek ketika leluhur mulai turun dari pepohonan dan mulai lebih mobile menggunakan kedua kaki di lingkungan terbuka.

"Mereka pasti bisa berkomunikasi secara vokal seperti primata lakukan, tapi kami tidak mengatakan mereka sepenuhnya mengembangkan bahasa manusia yang menyiratkan konten simbolis," kata Quam.

Ini bukan studi pertama. Quam dan rekan sebelumnya melihat kemampuan pendengaran beberapa fosil individu hominin leluhur Homo neanderthalensis dari Sima de los Huesos mampu mendengar hampir sama dengan manusia modern.




Early hominin auditory capacities

Rolf Quam et al.

Science Advances, 25 Sep 2015, DOI:10.1126/sciadv.1500355

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.