Skip to main content

Ritual Pemenggalan Kepala 9 Ribu Tahun Di Amerika

Penelitian ~ Kepala dipenggal lebih dari 9.000 tahun di Brasil, tengkorak tertua yang dikenal terputus dari badan dalam peribadatan di benua Amerika.

Sebuah tengkorak manusia dalam timbunan batu mewakili kasus tertua pemenggalan di Amerika dengan dating radiokarbon menempatkan kalender antara 9.127 hingga 9.438 tahun lalu.

Di bawah lembaran batu kapur di sebuah gua di Brasil, para ilmuwan membuat temuan baru dari beberapa kebiasaan Amerindian, tengkorak dipenggal ditutupi tangan amputasi.

Setidaknya 4.000 tahun lebih tua dari kepala terpenggal di Amerika Selatan dan setidaknya 1.000 tahun lebih tua dari kasus pemenggalan kepala di Amerika Utara. Bahkan mungkin kasus tertua pemenggalan di dunia.

Sayatan salah satu dari 6 tulang leher manusia retak di mana kepala individu telah dipotong. Penghapusan kepala terjadi setelah kematian sebagai bagian dari ritual penguburan jenazah.

Seorang pria paruh baya terpenggal dengan dua tangan terpotong menutupi wajah, satu mengarah ke atas dan lainnya ke bawah. Siapa pun orang itu mungkin penting bagi orang-orang yang hidup di timur-tengah Brasil.

Credit: Danilo Bernardo

Kepala trofi biasanya dimodifikasi dalam beberapa cara, mungkin dibor atau dasar tengkorak dilubangi untuk menghapus sumsum dan otak. Tapi tidak ada tanda-tanda teori piala.

"Kami yakin penghormatan. Ini melibatkan pemujaan ritual dan menghormati, bukan pembunuhan atau hukuman," kata André Strauss, arkeolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig.

Penggalian tahun 2007 di sebuah kuburan kuno di Lapa do Santo 100 kilometer dari Samudra Atlantik menghasilkan bukti tertua seni batu ukiran bersama seorang pria dengan lingga besar.

Bukti tertua pemenggalan kepala sebelumnya di Amerika Selatan adalah tengkorak dating 3000 tahun di Peru. Bukti pemenggalan kepala dan pengorbanan manusia berasal dari Peru, Meksiko dan Bolivia.


Kepala tanpa tubuh biasanya di pegunungan Andes bahwa pemenggalan kepala dimulai sebagai praktik Andes. Temuan baru menunjuk bahwa ritual pemenggalan mungkin sudah dimulai di tempat lain.

Credit: André Strauss

Pemenggalan kepala sering dikaitkan dengan penegakan status dan kekuasaan. Inca memenggal musuh penting kemudian memutar kepala menjadi piala dan wadah untuk minum.

Luka di tengkorak, tulang leher dan tangan menunjuk bahwa kepala telah dihapus tak lama setelah kematian. Prosedur tengkorak dan tangan diposisikan sebagai rasa hormat daripada pembantaian.

"Jaringan lunak masih hadir. Dia sudah mati ketika dipenggal dan pemenggalan kepala bukan penyebab kematian," kata Strauss.

Analisis isotop spesimen lain dari situs menyatakan pemilik kepala adalah bagian kelompok lokal. Tidak ada tanda-tanda melubangi sebagai piala kepala musuh yang kalah dari peperangan.

Pengaturan posisi mungkin upaya ekspresi pandangan kosmologis atas kematian melalui simbolisasi bagian tubuh dan ritual mayat bahwa seseorang membuat standar penguburan dengan pesan tertentu dalam pikiran.

Credit: Andersen Lyrio

Susunan tulang mengikuti aturan-aturan sangat spesifik. Perlakuan hati-hati tangan di wajah kompatibel untuk tampilan publik sebagai komponen penting ritual untuk meningkatkan nasionalisme.

Kepala sering menjadi makna khusus dalam budaya manusia yang sangat beragam dan bukti-bukti yang cukup bahwa pemenggalan dari zaman prasejarah sampai modern dilakukan untuk berbagai alasan.

Arah berbalikan kedua tangan mungkin mencerminkan beberapa aspek filosofis yang melibatkan dualisme berlawanan, tetapi para ilmuwan tidak mungkin memastikan karena tidak ada pembanding yang dikenal.
The Oldest Case of Decapitation in the New World (Lapa do Santo, East-Central Brazil)

André Strauss et al.

PLoS ONE, September 23, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0137456

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.