Skip to main content

Mewujudkan Pil Cerdas Berbahan Elektronik Tubuh

Penelitian ~ Pil cerdas secara teoritis didukung kimia tubuh mengganti implan elektronik yang berbahan dari material kimia tubuh manusia itu sendiri.

Di depan mata di mana implan elektronik diganti dengan perangkat ingestible pintar yang mungkin terwujud dalam 5 tahun ke depan dengan material biodegradable didukung kimia tubuh sendiri.

Bioteknolog menyerukan pengembangan baterai yang dapat dicerna terbuat dari material yang sudah ditemukan dalam tubuh manusia sehingga pil elektronik teoritis dapat menjadi kenyataan.

Pil cerdas untuk mendeteksi masalah dalam saluran pencernaan, mengumpulkan data sekaligus melepaskan obat yang sesuai. Tapi saat ini tidak memiliki sumber daya baterai yang aman.

"Kita tertarik dalam mengkonversi dunia perangkat medis implan ke dalam perangkat medis ingestible," kata Chris Bettinger, bioteknolog Carnegie Mellon University, Pittsburgh.

"Jadi semua elektronik canggih yang digunakan hari ini seperti alat pacu jantung dan sistem pengiriman obat berubah menjadi format ingestible," kata Bettinger.

"Perangkat pintar tidak hanya melepaskan obat secara sewenang-wenang, tapi juga menentukan dosis tertentu yang sesuai kebutuhan tubuh," kata Bettinger.

Salah satu solusi adalah pengembangan elektronik menggunakan material yang ditemukan dalam saluran pencernaan manusia sendiri sehingga pil pintar larut dalam air dalam waktu kurang 3 bulan.


Para ilmuwan fokus pada pengembangan material baru sebagai bahan non-racun yang ramah bagi tubuh. Bettinger membayangkan perangkat ini digunakan untuk melepas obat dan sensor pemantau fisiologi.

Pil elektronik menggunakan teknologi baterai berbahan materi kimia alami seperti pigmen melanin di rambut dan mata dapat digunakan sebagai bahan elektroda yang mengankut perangkat di dalam tubuh.

"Risiko utama adalah toksisitas intrinsik. Jika baterai mekanis bersarang di saluran pencernaan. Sarapan pagi Anda di saluran pencernaan, Anda membutuhkan baterai bertugas selama 20 jam kemudian pergi," kata Bettinger.

Sejak tahun 1970-an, insinyur mencari cara mengembangkan pil pintar yang dapat memantau dan mengobati penyakit secara elektronik. Sejak itu terobosan seperti pil kamera memungkinkan dokter melakukan operasi kompleks.

Sementara biologi memahami konsep elektronik ramah, para ilmuwan belum bisa memakukan material yang tepat dalam aplikasi tanpa menyebabkan kerusakan internal.

"Ada banyak kemajuan pesat dalam material, temuan dan penemuan dapat dibawa untuk menanggung pada masalah medis. Saya percaya perangkat ini dapat diuji pada pasien dalam 5-10 tahun ke depan," kata Bettinger.
Materials Advances for Next-Generation Ingestible Electronic Medical Devices

Christopher J. Bettinger

Trends in Biotechnology, September 21, 2015, DOI:10.1016/j.tibtech.2015.07.008

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.