Skip to main content

Tawon Gunakan Virus Untuk Mengedit Genom Kupu

Penelitian ~ Parasit menggunakan virus raksasa untuk memprogram genom kupu-kupu, perang evolusioner menyelenggarakan genetic modified organism (GMO) alami.

Modifikasi genetik organisme dianggap kreasi manusia, tetapi para ilmuwan menemukan kupu-kupu Monarch, ulat dan ngengat lainnya secara alami menyimpan gen tawon parasit.

Kebun adalah laboratorium alam yang rutin mempraktekkan perlombaan senjata biologi. Tawon menggunakan virus untuk mengangkut DNA ke dalam genom kupu-kupu sehingga larva parasit terlindungi.

Tawon braconid bertelur di dalam ulat, kupu-kupu dan ngengat. Larva tawon yang menetas dari telur kemudian membunuh ulat host. Tapi kadang-kadang ulat membentengi diri dengan sistem pertahanan dengan membunuh telur.

Para ilmuwan melaporkan rekayasa genetika terjadi di alam tanpa laboratorium. Tawon menemukan solusi dengan menyuntik virus raksasa bracovirus ke dalam genom ulat sehingga kebal terhadap pertahanan tubuh host.

Bracoviruses menginvasi tawon sekitar 100 juta tahun lalu dan sekarang secara eksklusif di dalam ovarium tawon yang membantu larva tawon bertahan hidup dalam host.

Tapi kadang-kadang ulat dapat bertahan hidup dengan gen termodifikasi dan tumbuh menjadi kupu-kupu dengan demikian perubahan genom diwariskan kepada keturunannya.

"Saya sangat terkejut, saya pikir ada kesalahan. Tapi Anda bisa memverifikasi eksperimental bahwa hal ini benar," kata Jean-Michel Drezen, virulog University of Tours di Perancis.

Tawon, lebah dan semut menyimpang dari kupu-kupu dan ngengat 300 juta tahun lalu atau sekitar waktu yang sama dengan nenek moyang mamalia yang menyimpang nenek moyang reptil.

Virus dapat mengangkut gen antar spesies dan mutasi sering menurunkan sekuen DNA selama beberapa generasi, tetapi jika gen menguntungkan host, mereka dapat bertahan hidup utuh selama jutaan tahun.
Recurrent Domestication by Lepidoptera of Genes from Their Parasites Mediated by Bracoviruses

Laila Gasmi et al.

PLoS Genetics, September 17, 2015, DOI:10.1371/journal.pgen.1005470

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.