Skip to main content

Ikan Coelacanth Fosil Hidup Memiliki Paru-paru

Penelitian ~ Fosil hidup memiliki paru-paru vestigial. Coelacanth, ikan lobus bersirip perenang kuno yang kemudian menjadi semua tetrapoda, termasuk manusia.

Ikan Coelacanth hanya 2 spesies dikenal ilmu pengetahuan yaitu Latimeria chalumnae di Mozambique dan Latimeria menadoesis di Indonesia panjang 2 meter dan berat 90 kilogram membawa paru-paru di perutnya.

Ketika dinosaurus berkuasa, Ikan Coelacanth besar dan kuat bernafas menggunakan paru-paru sebelum mengungsi ke perairan dalam menggunakan insang.

Paru-paru membantu ikan bertahan hidup dalam oksigen rendah laut Mesozoic, beradaptasi dan bertahan dari hukuman asteroid yang memukul Bumi dan menghapus dinosaurus non-avian di akhir Cretaceous.

Para peneliti mengisi kamar yang hilang 70 juta tahun dalam garis keturunan misterius pohon keluarga ikan dan bagaimana hewan akuatik Devonian mungkin terlihat 410 juta tahun lalu.

Manusia dan semua mamalia, reptil, amfibi, burung dan tetrapoda dengan semua vertebrata berkaki 4 semua berasal dari lobus-bersirip dari salmon hingga sarden mengisi lautan hari ini.

Para ilmuwan menutup buku ikan Coelacanth dan hanya dikenal dari catatan fosil sampai spesies L. chalumnae ditemukan tahun 1938 di Afrika Selatan dan tampaknya melestarikan fitur fisik nenek moyang.

"Seiring Era Mesozoikum beberapa coelacanth pindah ke laut dalam sangat rendah oksigen, mungkin memicu total kerugian respirasi paru," kata Paulo Brito, paleontolog Rio de Janeiro State University di Brazil.

Sementara nenek moyang coelacanth modern mungkin memiliki paru fungsional, semakin dewasa orang berhenti tumbuh dan akhirnya tidak perlu. Rahang berongga dan berengsel yang membuka mulut lebar untuk menelan mangsa besar.

Tomografi sinar-X memindai spesimen pada umur berbeda termasuk embrio, remaja dan orang dewasa. Pada tahap embrio awal, hewan muda memiliki paru relatif besar dan berpotensi fungsional.

Pada saat coelacanth mencapai usia dewasa, paru-paru tumbuh melambat dan menjadi murni vestigial. Paru-paru tidak memiliki fungsi sama sekali seperti usus buntu pada manusia.
Allometric growth in the extant coelacanth lung during ontogenetic development

Camila Cupello et al.

Nature Communications, 15 September 2015, DOI:10.1038/ncomms9222

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …