Skip to main content

Peradaban Alien Kardashev Tipe III Nihil di Galaksi Dekat

Credit: Danielle Futselaar, ASTRON
Penelitian ~ Peradaban supermaju alien langka atau absen di alam semesta lokal, tetapi jika ada di alam semesta terdekat, mereka menyembunyikan diri dengan cukup baik.

Teleskop baru ultrasensitif mengizinkan para astronom mendeteksi limbah panas yang dipraduga sidik jari peradaban super canggih alien yang memanfaatkan energi begitu besar pada skala output bintang galaksi mereka sendiri.

Pada tahun 1960 astronom Rusia Nikolai Kardashev menteorikan skala kadar peradaban berdasrkan energi yang mereka gunakan sama dengan output planet asal mereka, bintang host atau galaksi host.

Teorama ini kemudian disebut Peradaban Kardashev Tipe III yaitu mendeteksi spektrum gelombang menengah inframerah sebagai emisi produksi limbah panas peradaban super maju pada skala galaksi.

Para astronom menyusun daftar beberapa ratus kandidat galaksi di mana muncul emisi terduga. Tapi masalah datang karena jenis emisi ini juga dapat dihasilkan dari proses astrofisika alami terkait emisi termal dari debu kosmik.

"Penelitian asli di Penn State mengatakan kepada kita bahwa kemunculan ini sangat langka," kata Michael Garrett, astronom ASTRON di Belanda.

"Analisis baru menunjuk peradaban Kardashev Tipe III pada dasarnya tidak ada di galaksi lokal. Berarti Anda bisa tidur dengan aman di tempat tidur, invasi asing tidak tampak sama sekali!" kata Garret.

Garrett menggunakan pengukuran radio terhadap kandidat terbaik galaksi dengan hasil nihil bahwa dunia super canggih absen dan sebagian besar emisi adalah proses astrofisika alami.

Emisi panas tidak berasal dari limbah manufaktur alien, tetapi lebih cenderung dari debu yang dihasilkan dan dipanaskan oleh daerah-daerah pembentukan bintang masif.

Teknik yang diterapkan Garrett juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi peradaban alien kurang canggih yaitu Kardashev Tipe II yang mengontrol sumber daya lebih terbatas pada skala sub-galaksi.

Peradaban Kardashev Tipe II tetap masih jauh lebih maju daripada peradaban manusia sendiri di Bumi yang belum sampai pada skala Kardashev Tipe I tetapi mungkin lebih umum.

"Sedikit khawatir bahwa Peradaban Tipe III tampaknya tidak ada. Ini bukan apa yang kita memprediksi dari hukum-hukum fisika untuk menjelaskan dengan baik alam semesta fisik," kata Garrett.

"Kita kehilangan bagian penting teka-teki sini dan mungkin anomali bahwa peradaban maju begitu hemat energi sehingga produk limbah panas sangat rendah," kata Garrett.

"Pemahaman kita tentang fisika membuat hal ini sulit dilakukan. Tapi terpenting adalah terus mencari tanda tangan intelijen dari luar Bumi sampai kita memahami apa yang sedang terjadi," kata Garrett.

Application of the mid-IR radio correlation to the Ĝ sample and the search for advanced extraterrestrial civilisations

M. A. Garrett

Astronomy & Astrophysics, 15 September 2015, DOI:10.1051/0004-6361/201526687

Comments

  1. ..kita masih terpenjara dg ruang dan waktu.
    Hanya yg non materi yg bisa menembus semua itu.
    Kita hanyalah mahluk yg ditakdirkan membawa raga .
    Kemanapun kita melangkah hanya akan tersandung beban materi.
    Mungkinkah kematian yg akan membebaskan semua ini ?.....
    Sesungguhnya hanya sang waktulah yg akan mejawab semuanya.......

    ReplyDelete

Post a Comment

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.