Skip to main content

Core Cluster Ekstrim Meludah Bintang Kolosal

Penelitian ~ Cluster raksasa jauh sangat enerjik dengan core tumbuh secara ekstrim mengkonversi gas yang dicuri dari galaksi lain menjadi hujan bintang.

Sebuah cluster duduk di konstelasi Ursa Major seiring menjadi tua karena waktu tidak lusuh menjadi fosil tapi menggila dengan mencuri gas tetangga dan menyelenggarakan manufakturing bintang.

Tim astronom internasional menemukan cluster langka dan galaksi gargantua kolosal terikat gravitasi yang berputar di luar praduga dan memberi kejutan langka tanpa sempat melamun.

Gugus galaksi dengan jantung penuh bintang baru. Teleskop Keck membantu para astronom menentukan jarak cahaya SpARCS104922.6+564032.5 mengambil 9,8 miliar tahun untuk mencapai Bumi.

Tidak lanjut kecurigaan menggunakan NASA Hubble Space Telescope bagaimana episode marah monster besar. Cluster mengandung setidaknya 27 galaksi individu dan memiliki massa total 400 triliun kali Matahari.

Credit: NASA, ESA and NASA/JPL-Caltech

Galaksi dominan di jantung cluster mencuri gas dari galaksi tetangga yang meludah keluar 860 bintang baru per tahun dalam kontras galaksi Bima Sakti melahirkan hanya 1 atau 2 bintang baru per tahun.

Kasus pertama galaksi raksasa tumbuh dengan makan gas yang dicuri dari galaksi lain dan mengamuk dengan membuat bintang baru setelah bergabung dengan galaksi yang lebih kecil.

Merger di pusat cluster juga menghadirkan kantong-kantong gas yang mengembun di mana bintang-bintang baru tersebut terbentuk. Tabrakan antar galaksi kaya gas dengan cepat dikonversi menjadi bintang baru.
An Extreme Starburst in Close Proximity to the Central Galaxy of a Rich Galaxy Cluster at z=1.7

Tracy Webb et al.

arXiv, Submitted on 20 Aug 2015, arXiv:1508.04982

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.