Skip to main content

Simpanse Demonstrasi Senjata Untuk Serangan Udara

Penelitian ~ Tenang dan kalem adalah sikap tegas ketika menegakkan hukum penerbangan. Simpanse menggunakan senjata tongkat 1,8 meter menjatuhkan drone dari langit.

Mencoba mendapatkan gambar hewan untuk mendokumentasikan alam dari tempat yang nyaman maka drone pembawa kamera pada dasarnya cara terbaik memangkas kesibukan.

Para kru televisi Belanda mengira dirinya cukup pintar dengan menerbangkan drone mewah untuk pekerjaan kotor. Tapi simpanse di Royal Burgers Zoo Belanda tidak membiarkan mereka dengan mudah.

Simpanse begitu antusias dengan invasi ruang dan segera meraih tongkat untuk memukul jatuh drone dari udara. Simpanse bernama Tushi membuktikan ranting lebih cocok bagi alat canggih kru film.

Pesawat tak berawak runtuh dan hancur. Drone gugur dalam tugas. Tapi para ilmuwan mengubah kejadian tragis menjadi paku peti mati ilmiah inovasi evolusioner hominidae.

"Penggunaan tongkat sebagai senjata dalam konteks ini adalah tindakan yang unik," kata Jan van Hooff dari Royal Burgers Zoo.

"Perilaku disengaja mengingat keputusan untuk memilih dan membawa senjata ke tempat di mana pesawat tak berawak lebih mudah dijatuhkan," kata Hooff.

Kotak hitam pesawat tak berawak merekam Tushi nampak kesal daripada takut ketika diserang. Wajah tegang memamerkan gigi, tapi perilaku tidak khas ketika simpanse ketakutan.

Perbedaan ini adalah kunci bahwa Tushi telah merencanakan serangan sebelumya dan tidak hanya bertindak refleks karena takut. Mereka tidak suka privasi diintip dan ditayangkan di televisi tanpa royalti.

Setelah memukul di udara, Tushi dan teman sekamarnya Raimee bahkan berhati-hati memeriksa drone kemudian melempar sebelum mereka kehilangan minat dan melanjutkan untuk kegiatan normal mereka.

Insiden Royal Burgers bukan akun pertama simpanse menggunakan alat, tapi mereka sengaja memilih alat yang sangat cocok untuk menjalankan tugas. Data tegas dukungan teori ketrampilan kualitas.

Kera memilih ukuran, bentuk dan berat alat untuk penggunaan tertentu dalam pikiran. Tongkat digunakan untuk mengumpulkan daun segar dari cabang, sementara potongan kayu berat dan batu dilempar sebagai senjata.

Penggunaan alat yang disengaja pada simpanse menambah bukti bahwa primata non-manusia dapat berpikir ke depan dan menjadi lebih kreatif dalam aplikasi toolmaking.




Captive chimpanzee takes down a drone: tool use toward a flying object

Jan A. R. A. M. van Hooff and Bas Lukkenaar

Primates, 03 September 2015, DOI:10.1007/s10329-015-0482-2

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.