Skip to main content

Nanomia bijuga, Koloni Ubur-ubur Bertenaga Turbo

Penelitian ~ Koloni ubur-ubur bertenaga turbo menginspirasi kapal selam masa depan. Nanomia bijuga adalah makhluk planktonik agar-agar yang dimotori unit-unit individu.

Kerja tim melibatkan seluruh anggota lembaga dan sebagai plankton predator, mereka bukan manusia tapi memiliki divisi yang sangat efektif bekerja meskipun tanpa otak.

Para peneliti melaporkan hasil setelah mempelajari teknik berenang sederhana tapi bermanuver sangat mobile koloni ubur-ubur yang menginspirasi desain teknologi kendaraan bawah air.

Ketika muncul dan semua bersama-sama, Nanomia seperti menjadi mahkluk tunggal dengan pemuda di ujung depan, orang dewasa mendayung dan lainnya mengurus kebutuhan hidup.

N. bijuga anggota siphonophore terkait jeli dan anemon hidup bermasyarakat. Tubuh agar-agar dengan motor bertindak sebagai mini turbo menembak keluar aliran air untuk bergerak.

Pendorong nectophores adalah kerja individu disebut zooids yang khusus berenang atau reproduksi dan makan. Pertanyaan besar adalah bagaimana inovasi semua koloni bisa bekerjasama.

"Semakin muda berenang di ujung koloni bertanggung jawab untuk arah. Mereka menghasilkan banyak torsi," kata Kelly Sutherland, oceanografer University of Oregon.

Untuk melihat dalam tindakan, peneliti menempatkan makhluk dalam tanki kecil yang diterangi laser tipis. Login gerakan transparan menggunakan kamera pada tingkat 1000 frame per detik.

Teknik particle image velocimetry diharapkan melakukan pengukuran kecepatan arus dan turbulensi cairan. Penggerak menawarkan wawasan biomekanik teknologi baru menyalakan kendaraan.

"Jeli ini memiliki kemampuan jet statis untuk semua manuver yang dibutuhkan. Rancangan sederhana tapi elegan," kata Sutherland.

Sistem berenang unik ubur-ubur yang berarti jika salah satu jet turun, mereka kehilangan sedikit propulsi meskipun nectophores lainnya terus mendorong melalui arus air.

Sementara sebagian besar kendaraan buatan manusia mengandalkan jet pendorong tunggal untuk mengubah arah, ubur-ubur ini menggunakan beberapa jet statis untuk mendapatkan gerakan dan koordinasi.

Jet tidak digunakan untuk menyetir arah tertentu, tapi tujuan berenang dilakukan dengan mengontrol gerakan per unit sebagaimana jet keluar dan seberapa kuat dorongan.

Para peneliti percaya identifikasi pola-pola pengendalian mengizinkan untuk memahami tingkat kinerja tinggi menyelam dan mungkin beberapa informasi untuk rekayasa kendaraan manusia.




Multi-jet propulsion organized by clonal development in a colonial siphonophore

John H. Costello et al.

Nature Communications, Updated 02 September 2015, DOI:10.1038/ncomms9158

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …