Skip to main content

Perang Evolusioner Gen Antivirus TRIM5 dan Lentivirus

Penelitian ~ Primata telah terinfeksi virus terkait HIV selama 16 juta tahun. Virus penyebab penyakit bertikai dalam host adalah dua kubu perlombaan senjata evolusioner.

Berbagai virus yang menginfeksi manusia modern adalah alasan yang sah bahwa manusia tidak memiliki keunggulan inovasi adaptasi lebih cepat dalam perlombaan senjata evolusioner.

Virus yang terkait dengan human immunodeficiency virus (HIV) telah menginfeksi monyet Old World sejak 16 juta tahun lalu bahwa mereka menyesuaikan diri dengan versi simian sebelum melompat ke spesies lain.

Seleksi positif untuk gen antivirus meningkatkan vitalitas host dan kelangsungan hidup dimana pada giliranya virus memilih bermutasi untuk menangkal sistem imun antivirus host.

Mutasi adaptif sepenggal wawasan dalam sejarah jauh interaksi host dan virus. Pekan ini laporan sekuen gen antivirus pada monyet Afrika menunjuk silsilah leluhur lentivirus menginfeksi setua primata di Afrika.

"HIV pada manusia adalah hasil SIV yang melompat dari simpanse di Afrika ke manusia. Monyet berurusan begitu lama dengan SIV seperti manusia berurusan dengan virus herpes," kata Welkin Johnson, biolog Boston College.

Lentivirus adalah keluarga besar retrovirus tercakup HIVs dan SIVs. Gen virus di satu kubu dan gen antivirus di kubu lain. TRIM5 adalah bagian dari kelompok gen antivirus yang berevolusi untuk melindungi sel host dari infeksi.

Gen TRIM5 pada monyet beradaptasi untuk melindungi sel dari serangan SIV yang memproduksi protein, tapi versi TRIM5 pada manusia di sisi lain tidak mampu melindungi dari serangan HIV.

Protein TRIM5 berinteraksi langsung dengan kulit luar partikel lentivirus setelah memasuki sel host. Para peneliti berhipotesis evolusi TRIM5 pada monyet Afrika harus mengungkap tongak-tongak inovasi lentivirus juga.

Pohon evolusi gen TRIM5 datang dari protein-coding sekuen DNA lengkap 22 spesies primata Afrika. Sekelompok perubahan adaptif unik protein TRIM5 mencatat perang evolusioner kembali sejauh 11-16 juta tahun lalu.
Evolutionary and Functional Analysis of Old World Primate TRIM5 Reveals the Ancient Emergence of Primate Lentiviruses and Convergent Evolution Targeting a Conserved Capsid Interface

Kevin R. McCarthy, Andrea Kirmaier, Patrick Autissier, Welkin E. Johnson

PLoS Pathogens, August 20, 2015, DOI:10.1371/journal.ppat.1005085

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.