Skip to main content

Vokalisasi Konteks Bonobo Akar Evolusi Bahasa Tua

Credit: Zanna Clay/Lui Kotale Bonobo Project
Penelitian ~ Vokalisasi fleksibel bonobo liar menunjuk kesamaan dengan perkembangan bahasa manusia, Pan paniscus mencicit dengan mengisi konteks.

Bonobo (Pan paniscus) individu mencicit di berbagai situasi positif, negatif dan netral seperti selama makan, wisata, istirahat, agresi, alarm, bersarang dan pengasuhan.

Fleksibilitas fungsional bahasa mewakili transisi evolusioner penting dari vokalisasi yang tampaknya muncul 10 hingga 6 juta tahun lalu dari garis leluhur bersama antara manusia dan kera besar.

Mencicit adalah vokalisasi bernada tinggi dan durasi pendek yang diproduksi dengan mulut tertutup. Manusia menghasilkan vokalisasi dalam berbagai emosi dan situasi sebagai salah satu faktor dalam pengembangan bahasa.

"Ketika saya melihat dalam lingkungan asli di Kongo, saya dikejutkan suara cicit dengan banyak konteks berbeda," kata Zanna Clay, kognisian University of Neuchatel di Swiss.

"Ini menjadi jelas bahwa kita tidak bisa selalu membedakan setiap cicit berdiri sendiri, kita butuh memahami konteks untuk sampai ke akar komunikasi mereka," kata Clay.

Bonobo menyuarakan vokal dengan situasi tertentu bahwa evolusi komunikasi memindahkan garis pemisah lebih dekat antara manusia dengan para kerabat terdekat kera lainnya.

Kesamaan luas struktur akustik dalam konteks berbeda menunjukkan fleksibilitas komunikasi. Mirip bayi manusia yang harus membuat kesimpulan pragmatis tentang makna panggilan dari konteks.

"Terlalu dini menyimpulkan bahwa kemampuan ini adalah keunikan manusia karena sekarang semakin terlihat lebih kesamaan hewan dan manusia," kata Clay.
Functional flexibility in wild bonobo vocal behaviour

Zanna Clay1,2 et al.
  1. School of Psychology, University of Birmingham, Birmingham, UK
  2. Department of Comparative Cognition, Institute of Biology, University of Neuchatel, Neuchatel, Switzerland
PeerJ, August 4, 2015, DOI:10.7717/peerj.1124

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.