Skip to main content

Serigala Canis anthus Afrika dan Canis aureus Eurasia

Canus anthus Afrika. Credit: D. Gordon E. Robertson
Penelitian ~ Sejak kapan mereka menjadi serigala emas? Panjang, moncong ramping, perilaku dan para ilmuwan telah lama menganggap sebagai spesies yang sama.

Anda dimaafkan jika bingung tapi dalam kasus yang ditemukan di Afrika, Timur Tengah, Asia dan Eropa ternyata penampilan menipu. Analisis genetik komprehensif menemukan 2 spesies yang sama sekali berbeda.

Sekarang para peneliti mengusulkan pemambahan nama di Afrika dengan Canis anthus untuk Serigala Emas Afrika dan Canis aureus untuk Serigala Emas Eurasia meskipun memiliki ketampanan yang sama.

"Serigala Emas Afrika dan Eurasia berbeda di semua penanda genetik seluruh genom," kata Klaus-Peter Koepfli, genetikawan Smithsonian Conservation Biology Institute di Washington, DC.

"Ini temuan pertama spesies baru canid di Afrika lebih dari 150 tahun terakhir. Kami tidak menemukan bukti Serigala Emas Eurasia terjadi di benua Afrika. Garis keturunan berevolusi independen," kata Koepfli.

Data genetik mempertegas 2 garis samar keturunan berbeda bahwa populasi Eurasia tidak terkait dengan populasi Afrika yang lebih dekat dengan serigala abu-abu dan coyote.

Kedua spesies sangat mirip dalam ukuran tubuh, bentuk kepala, gigi dan warna bulu. Meskipun Anda bisa menyembunyikan dalam kawanan domba, keduanya tetap berpakaian serigala berbeda

DNA mitokondria kedua serigala berbeda hingga 6,7%. Tetapi karena kedua spesies memakan mangsa yang sama di lingkungan yang sama, mereka mungkin telah menulis evolusi paralel.

Serigala Emas Afrika berpisah dari garis keturunan termasuk serigala abu-abu dan coyote sekitar 1,3 juta tahun lalu sementara Serigala Emas Eurasia sekitar 1,9 juta tahun lalu.

Canus aureus Eurasia. Credit: D. Gordon E. Robertson

Serigala Emas Afrika ditemukan di utara dan timur Afrika dan mungkin beberapa di Timur Tengah. Serigala Emas Eurasia ditemukan dari Eropa selatan, Timur Tengah dan di seluruh Asia selatan sampai Vietnam.

Mereka mengisi berbagai habitat dari padang sabana kering di Afrika hingga hutan tropis di Asia tenggara. Omnivora dan makan berbagai mamalia kecil hingga buah-buahan.

Klasifikasi baru menambah jumlah spesies hidup mamalia keluarga Canidae yang meliputi anjing, anjing hutan, rubah dan serigala dengan total menjadi 36 spesies.

"Salah satu takeaways utama penelitian kami bahkan di antara spesies terkenal yang tersebar luas seperti serigala emas, ada potensi menemukan keanekaragaman tersembunyi," kata Koepfli.

Laporan sebelumnya serigala emas berukuran lebih besar dari Ethiopia, sedangkan Afrika Utara dan Barat lebih dekat dengan serigala abu-abu daripada populasi lain dari serigala emas.

"Temuan ini konsisten dengan bukti morfologi dan zoogeografik yang menyarankan Serigala Besar Mesir (Canis aureus lupaster) benar-benar subspesies berukuran kecil dari serigala abu-abu," kata Koepfli.

"Lebih luas, analisis filogenetik menunjukkan masih ada canids Afrika dari Eurasia setidaknya 5 kali sepanjang Pliosen dan Pleistosen yang konsisten dengan bukti fosil," kata Koepfli.

"Banyak keanekaragaman fauna canid Afrika dihasilkan dari imigrasi nenek moyang Eurasia, kemungkinan bertepatan dengan osilasi iklim antara kering dan lembab," kata Koepfli.
Genome-wide Evidence Reveals that African and Eurasian Golden Jackals Are Distinct Species

Klaus-Peter Koepfli1,2 et al.
  1. Smithsonian Conservation Biology Institute, National Zoological Park, 3001 Connecticut Avenue NW, Washington, DC 20008, USA
  2. Theodosius Dobzhansky Center for Genome Bioinformatics, St. Petersburg State University, 41A Sredniy Prospekt, St. Petersburg 199034, Russia
Current Biology, July 30, 2015, DOI:10.1016/j.cub.2015.06.060

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.