Skip to main content

Jika Beruang Melihat UFO Terbang di Langit

Penelitian ~ Jika suatu benda terbang tak dikenal tiba-tiba muncul di langit, kemungkinan detak jantung Anda balapan seperti mau meletus. Jika tidak cukup, Anda mungkin lari.

Beruang ternyata tidak begitu berbeda, mereka bereaksi dengan cara ini. Para ilmuwan tidak benar-benar tertarik pada bagaimana hewan bereaksi terhadap alien.

Tapi mereka khawatir apa yang terjadi ketika hewan menemukan sebuah benda terbang tak dikenal karena drone semakin digunakan untuk mempelajari dan memantau satwa liar.

Tapi jika drone membuat stres atau berbahaya terhadap hewan, maka para ilmuwan memiliki masalah. Ini salah satu alasan US National Park Service melarang penggunaan drone di taman-taman nasional.

Sebuah pesawat terbang tak berawak membuat kawanan domba berhamburan yang memisahkan ibu dan anak. Jadi Mark Ditmer, konservasionis University of Minnesota di St. Paul, dan rekannya menguji reaksi 4 beruang hitam.

Credit: Jessie Tanner

"Beberapa paku di jantung beruang jauh melampaui apa yang kami prediksi," kata Ditmer.

Dalam 18 tes mereka menerbangkan quadcopter kecil 20 meter di atas beruang dan kemudian mencatat apa yang terjadi. Beruang pasti mengambil kewaspadaan terhadap pesawat tak berawak.

Denyut jantung meroket ketika UAV terbang di atas kepala dan respon stres lebih kuat ketika quadcopter terbang dalam kondisi berangin dengan suara semakin mendekat.

"Kami memiliki satu beruang dengan denyut jantung meningkat 400 persen. Perlu diingat ini adalah respon terkuat yang kita lihat," kata Ditmer.

Credit: Jessie Tanner

Para peneliti melengkapi beruang bebas berkeliaran di barat laut Minnesota dengan GPS satelit Iridium dan biologger jantung yang mengirim email lokasi masing-masing beruang setiap 2 menit.

"Drone memiliki potensi luar biasa untuk penelitian ilmiah dan alat untuk konservasi. Tapi kita tahu apakah spesies toleran, apakah hewan bereaksi terhadap kehadiran," kata kata Ditmer.
Bears Show a Physiological but Limited Behavioral Response to Unmanned Aerial Vehicles

Mark A. Ditmer1 et al.
  1. Department of Fisheries, Wildlife & Conservation Biology, University of Minnesota, St. Paul, MN 55108, USA
Current Biology, August 13, 2015, DOI:10.1016/j.cub.2015.07.024

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …