Skip to main content

Rekayasa Gen Ragi Merakit Gula Menjadi Opium

Credit: Stephanie Galanie
Penelitian ~ Bunga poppy berpindah dalam satu prestasi paling rumit biologi sintetis dengan rekayasa ragi mengurutkan gen tanaman, bakteri dan tikus dalam satu paket bisnis.

Gula berubah menjadi tebain titik kunci prekursor candu morfin dan resep obat penghilang rasa sakit lainnya yang biasa dipanen selama ribuan tahun dari tanaman poppy.

Selama beberapa bulan terakhir para ilmuwan di seluruh dunia di arena pacuan kuda dengan potongan-potongan upaya membuat komponen kimia pembunuh rasa sakit tanpa bantuan opium alam.

Mei lalu tim University of California di Berkeley merekayasa ragi roti sederhana untuk sintesis senyawa gula. Satu per satu laboratorium lain menyulam cara untuk mengubah A ke B, B ke C, Y ke Z dan seterusnya.

Tapi untuk pertama kalinya tim di Stanford University melakukan dari awal sampai akhir satu apotik. Mereka mensintesis novel hydrocodone dari gula mengunakan rekayasa genetika ragi.

"Tentu sudah banyak kegiatan, tapi ini adalah tonggak," kata Christina Smolke, bioteknolog Stanford University.

Smolke dan tim membujuk sel untuk mengekspresikan total 21 gen termasuk banyak menambahkan set beragam spesies sehingga proses hydrocodone mengambil 23 gen keseluruhan.

Upaya melintasi garis finish pertama rekayasa ragi menghasilkan hydrocodone hanya dalam 3 sampai 5 hari. Setelah membaca huruf dalam DNA, sel menghasilkan molekul protein pengesktrak gula.

"Kami pada dasarnya menempatkan DNA ke dalam sel ragi yang memberi petunjuk untuk proses perakitan kimia dan berakhir dengan obat yang diinginkan," kata Smolke.

Tapi perlombaan tidak benar-benar berakhir. Ragi berisi 23 gen rekayasa dari tanaman, bakteri dan tikus mampu mengkonversi langsung gula hydrocodone serta gula tebain senyawa utama opioid.

"Ini jelas kasus produksi komersial atau menyiksa mereka untuk tujuan jahat. Anda bisa mendapatkan lebih kuat dibanding makan bagel biji poppy," kata Smolke.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 5,5 miliar orang tersiksa dalam rasa nyeri karena kelangkaan dan mahalnya bunga Poppy yang selama ini hanya dipanen dari kebun di Afganistan.

Beberapa kalangan prihatin potensi penyalahgunaan teknologi dengan membuat paket heroin seduh di rumah di mana pecandu dan para mafia menjilid opioid ilegal semudah membuat tuak.

Di sisi lain perusahaan farmasi selalu mencari cara membuat opioid kurang berbahaya dan kurang adiktif. Sekarang teknik ragi lebih mudah untuk memodifikasi sesuai keinginan Anda.

"Ketika poppies membuat morfin, kita semacam terjebak dengan poppy. Ini belum ideal bagi manusia dan masih berkembang menjadi yang terbaik," kata Smolke.

Ragi bisa diatur agar senyawa sesuai pasien. Di bagian lain rekayasa sederhana strain ragi digunakan untuk menghasilkan artemisinin obat anti-malaria yang secara tradisional dari tanaman juga.

Rekayasa genetika melompat dalam kompleksitas sangat menggoda betapa ragi sederhana dan tidak tampak obat mungkin salah satu manfaat di kemudian hari dari beberapa jamur atau lumut.
Complete biosynthesis of opioids in yeast

Stephanie Galanie1 et al.
  1. Department of Chemistry, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA
Science, August 13 2015, DOI:10.1126/science.aac9373

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.