Skip to main content

Protein Tersembunyi Memberi Vaksin Flu Universal

Penelitian ~ Protein virus tersembunyi memberi pukulan universal kepada flu semakin lebih dekat. Vaksin anti-flu datang memberi janji untuk seumur hidup.

Sakit flu adalah tugas tahunan paling membosankan dan sekarang vaksinasi segera membuat sakit flu bagian dari masa lalu. Para ilmuwan baru saja membuat satu langkah penting vaksin flu universal menjadi kenyataan.

Virus flu adalah cracker scam yang menipu sistem kekebalan tubuh sehingga Anda tidak pernah sepenuhnya membangun antibodi. Tapi pekan ini dua tim viruslog telah memiliki cara menjerat penyusup.

Virus membawa muatan besar protein globular pada permukaan yang dapat dikenali sistem kekebalan tubuh, tapi perubahan halus menyebabkan sistem kekebalan tubuh silap.

Lebih buruk lagi kadang-kadang strain baru membawa novel protein yang menyebabkan pandemi mematikan. Ini adalah prolog yang terjadi ketika flu burung H5N1 mulai menyebar.

Di sisi lain mereka memiliki proses mekanis dan tidak bervariasi di antara keluarga virus flu. Siklus ini tetap tidak berubah selama bertahun-tahun pada semua virus.

Secara teori jika Anda dapat mendorong respon kekebalan untuk mengenali dan menargetkan protein konstan, kekebalan mungkin bekerja secara permanen terhadap semua jenis flu.

"Ketika sistem kekebalan tubuh dapat menetralkan virus, maka virus menghindar dan sistem kekebalan tubuh menyerang virus baru. Ini proses konstan pada semua virus," kata Ian Wilson, virulog Scripps Research Institute.

"Dalam dunia sempurna, ini berlangsung seumur hidup. Anda tidak perlu mendapat imunisasi setiap tahun, tapi mungkin sekali setiap 5 atau 10 tahun," kata Wilson.

Pada tahun 2009 dua tim berbeda menemukan sebuah protein terselip di bawah umpan globoral. Sejak itu protein telah memberi janji sebagai vaksin universal. Tetapi para peneliti relatif lambat.

Sekarang tim Crucell Vaccine Institute di Leiden dan Scripps Research Institute di La Jolla, California bermain-main dengan tangkai protein dari keluarga H1N1 dan berhasil membuat array 3 protein yang terbentuk alami dalam virus.

Tim lain kedua di US National Institutes of Health (NIH) di Bethesda, Maryland, mengikat tangkai protein H1N1 bersama-sama menggunakan protein bakteri yang sangat efektif mencubit reaksi kekebalan.

"Ini bukti konsep yang menempatkan kita pada jalan menuju vaksin universal. Tidak berarti Anda memiliki botol tahun depan, tapi kami di jalur untuk mengambil tindakan," kata Barney Graham, virulog NIH.
Hemagglutinin-stem nanoparticles generate heterosubtypic influenza protection

Hadi M Yassine et al.

Nature Medicine, 24 August 2015, DOI:10.1038/nm.3927

A stable trimeric influenza hemagglutinin stem as a broadly protective immunogen

Antonietta Impagliazzo et al.

Science, August 24 2015, DOI:10.1126/science.aac7263

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.