Skip to main content

Lesung Batu Pengolah Barley Liar Fajar Pertanian

Penelitian ~ Alu kayu mengukir lesung batu dasar untuk menyajikan kelezatan rasa jelai paleolitik pemburu-pengumpul menjadi berbasis pertanian di seluruh lenskap Levant.

Situs hunian Natufian di Huzuq Musa Lembah Jordan menyelesaikan misteri lama cekungan tercetak ribuan tahun berbentuk kerucut ke dalam batuan dasar di seluruh Levant Selatan.

Rekonstruksi eksperimental pemburu-pengumpul orang-orang Natufian yang memilih bermukim wilayah Levant daripada nomaden membentang 12.500 hingga 10.200 tahun lalu.

Sekelompok peneliti Israel kembali ke Zaman Batu untuk membuat makan siang dan merekonstruksi petani awal memproses barley liar saat-saat kritis kebangkitan peradaban berbasis gizi.

Beberapa saat sebelum pemburu-pengumpul membangun masyarakat petani yang merupakan ciri khas revolusi Neolitik dengan memanen barley liar sebagai basis ekonomi agro-industri.

Pengolahan menir adalah langkah inovasi kelezatan proto-pita yang dipanggang di atas bara batu untuk menyajikan hidangan kaya vitamin dan nutrisi serta tinggi serat sebagai asal-usul roti.

Para arkeolog setuju domestikasi sereal dicapai 10.500 tahun lalu sehingga hidangan bekatul dan tepung yang dihasilkan dari barley liar sekitar 2000 hingga 3000 tahun sebelum budaya memasak.

Mortir pengolahan tanaman pangan, alat-alat batu kuno bersama item sesuai periode waktu seperti alu kayu, tongkat dan saringan merekonstruksi fajar inovasi terknologi pertanian.

Credit: David Eitam et al.

Para ilmuwan selama hampir 80 tahun melakukan penyelidikan tentang Natufian memanen sereal liar hampir matang dan mampu menghasilkan jumlah besar makanan gandum rendah kalori.

"Cekungan kerucut buatan manusia ditemukan di seluruh Asia Tenggara yang diperhatikan arkeolog dekade lalu, tapi tidak ada kesepakatan fungsional," kata Mordechai Kislev, arkeolog Bar-Ilan University.

Kemajuan teknologi mewakili perubahan diet karena mengolah menjadi tepung merupakan prasyarat yang diperlukan bagi pemukim Eropa di kemudian mengkonsumsi roti.

"Huzuq Musa diperkirakan memiliki populasi sekitar 100 orang. Jika kita berasumsi sejarah 35 liter gandum selama musim dingin sesuai dengan tingkat gizi wajar," kata Kislev.

Setelah pematangan di tanah untuk mencegah hamburan angin, biji-bijian dipisah dari tangkai kemudian disimpan ke tempat teduh dan memilah melalui proses penyaringan.

"Memproduksi makanan dari gandum liar tidak mudah, tapi tantangan terbesar memastikan bahwa ada yang tersisa untuk makan pada tahun berikutnya," kata Kislev.

"Natufian adalah jembatan revolusi Neolitik, ketika petani menetap mengembagkan disiplin yang diperlukan untuk merencanakan penanaman dan teknologi pembibitan biji dimulai," kata Kislev.
Experimental Barley Flour Production in 12,500-Year-Old Rock-Cut Mortars in Southwestern Asia

David Eitam, Mordechai Kislev, Adiel Karty, Ofer Bar-Yosef

PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0133306

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.