Skip to main content

Dinosaurus Mencium Harum Taman Bunga Asteraceae

Credit: Böhringer Friedrich
Penelitian ~ Dinosaurus mencium bunga Asteraceae, senyum simpul dari Gondwana ketika berkeliaran hingga terbaring di bidang taman yang merupakan leluhur aster.

Relung kapur Godwana menyelengarakan tanaman berbunga di usia awal spesies Asteraceae yang menempatkan lesung pipi leluhur bunga lily paling tidak 80 juta tahun lalu.

Tanaman berbunga keluarga Asteraceae menghias lanskep jauh lebih lama dari perkirakan sebelumnya dan sekarang timeline jauh mendorong kembali setidaknya tertulis 20 juta tahun lebih tua.

Hanya ada 2 tanaman berbunga asli Antartika yang kembali ke Cretaceous di bagian benua Gondwana dengan pepohonan hutan subtropis yang menginspirasi dinosaurus berseri-seri.

Keluarga Asteraceae mencakup aster, bunga matahari, krisan, dandelion, gerbera dan selada menandai perbungaan atau kelompok kecil padat mahkota yang sering membentuk komposit lebih besar.

Sementara tanaman berbunga awal berevolusi 130 juta tahun lalu, sampai saat ini anggota awal keluarga Asteraceae dianggap duduk di Patagonia 47,5 juta tahun lalu.

"Ini salah satu dari beberapa keluarga modern tanaman berbunga yang dapat ditelusuri kembali ke Cretaceous," kata Ian Raine, paleontolog GNS Science di Selandia Baru.

Para peneliti memeriksa serbuk sari dari sedimen berdating 76 hingga 66 juta tahun di sisi timur Semenanjung Antartika. Bentuk dan permukaan ornamen serbuk sari mengidentifikasi bulir sebagai spesies Tubulifloridites lillei.

Lumpur di kaki megafauna yang mengawetkan serbuk sari juga berisi tulang-tulang dinosaurus. Asteraceae memberi peran penting evolusi pesta penyerbuk dengan serangga lebah dan burung Kolibri.

Spesies punah sebelumnya ditemukan di Selandia Baru dan Australia selatan pada sedimen dan dating yang sama, tapi para peneliti baru sekarang menegaskan anggota awal dari keluarga Asteraceae.

Serbuk sari mirip rekan yang berasal dari angota subfamili Barnadesioideae di Amerika Selatan. Namun para ilmuwan belum tahu persis apakah bunga akan tampak seperti itu.
Early evolution of the angiosperm clade Asteraceae in the Cretaceous of Antarctica

Viviana D. Barreda1 et al.
  1. División Paleobotánica, Museo Argentino de Ciencias Naturales “Bernardino Rivadavia,” Consejo Nacional de Investigaciones Cientificas y Técnicas, Buenos Aires C1405DJR, Argentina
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 10, 2015, DOI:10.1073/pnas.1423653112

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.