Skip to main content

Boa constrictor Memotong Sirkulasi Darah Korban

Penelitian ~ Boa constrictor meremuk mangsa hanyalah mitos, ular memblokir aliran darah mangsa sehingga terengah-engah dan sedikit melegakan tidak begitu mengerikan.

Seekor ular raksasa perlahan menggulung seluruh tubuh, membungkus dalam pelukan licin dan kudapan mulai terengah-engah. Tapi hidup tidak akan berakhir karena tercekik.

Pembunuh tertangkap basah meremas mangsa sampai mati yang mengkonfirmasi teori surkulasi untuk pertama kalinya bahwa ular membunuh dengan memotong suplai darah.

Jepitan seperti manset setan tekanan darah, meremas sirkulasi turun ke stasiun akhir bagian bawah. Sirkulasi darah korban cepat ditutup perubahan tekanan darah dalam beberapa detik.

Laporan klasik 20 tahun lalu berteori mangsa terlalu cepat untuk mati lemas. Tapi tak seorang pun menguji apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh mangsa yang terkulai.

Hipotesis constrictors membunuh dengan mencegah pernapasan adalah salah. Ular tidak perlu anggota badan atau bahkan racun untuk mejantungkan mangsa dari ukuran mereka sendiri.

"Anda tanpa tangan dan kaki membunuh dan menelan hewan 150 pound dalam sekali makan," kata Scott Boback, ekolog Dickinson College di Pennsylvania.

Kecepatan mencakar mangsa, memukul-mukul atau persenjataan lainnya adalah kekurangan ular. Merangkul mangsa dan gagal jantung lebih cepat daripada mencekik dan dalam bentuk berbeda beberapa kali sejarah ular.

Menyergap burung, monyet dan berbagai hewan dari Meksiko hingga Argentina, B. constrictor dalam banyak cara sama 1 atau 2 lingkaran menekan di bagian atas korban cukup melaparkan organ darah beroksigen.

"Ini bukan berapa jumlah tekanan, tapi merayap adalah sedikit sengatan, Anda merasakan penghentian darah," kata Boback.

Ular boa cukup meremas untuk membagi tekanan darah arteri kaki dalam 6 detik. Tekanan baru membuat jantung memompa darah baru. Sirkulasi terputus-putus dan gagal.

Boas melepaskan cengkeraman setelah 6 menit kemudian menelan seluruh tangkapan. Seekor tikus menghilang menuruni tenggorokan dalam beberapa menit.

Tulang di sekitar kepala bergerak membantu ular membuat beberapa tegukan seperti lesung pipi tulang rawan elastis memungkinkan dagu terbuka lebar membiarkan mangsa terdorong lebih dalam.




Snake constriction rapidly induces circulatory arrest in rats

Scott M. Boback1 et al.
  1. Dickinson College, Department of Biology, Carlisle, PA 17013, USA
Journal of Experimental Biology, July 2015, DOI:10.1242/jeb.121384

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.