Skip to main content

Exo-Asteroid Trojan Samar Mengintai Exoplanet

Penelitian ~ Kepler melihat sidik jari asteroid mengejar planet di dekat bintang-bintang lainnya bahwa exo-asteroid juga mengintai dengan cara sama di Tata Surya.

Meskipun belum ada asteroid ditemukan di sistem exo-solar, analisis pengamatan data wahana NASA Kepler menunjuk bayangan kehadiran Trojan di dunia lain.

Para sstronom tidak menemukan exo-Trojan, mungkin karena mereka begitu samar. Tapi Kepler melihat dip objek mencurigakan ketika planet berenang di depan cahaya bintang.

Di Tata Surya, Trojan menetap dalam oasis tenang gravitasi. Titik-titik Lagrange mendahului dan mengikuti sebuah planet dalam lingkaran stabil Matahari sebagai konsekuensi perimbangan antar kekuatan planet-planet dan bintang.

Jupiter dengan massa raksasa tuan rumah paling banyak Trojan, tapi asteroid serupa juga telah terlihat di sekitar Neptunus, Uranus, Mars dan bahkan Bumi. Para ilmuwan berharap Trojan harus mengapit planet di sistem exo-solar.

Asteroid harus memblokir beberapa kecerahan meskipun tidak banyak. Berkas cahaya sekitar 2 bagian per juta bagian orbit di mana titik-titik Lagrange diharapkan duduk.

Peredupan cocok di sekitar masing-masing bintang dengan radius 970 kilometer atau badan yang lebih kecil ditambahkan, meskipun hasilnya juga konsisten dengan banyak planet tanpa Trojan sama sekali.

"Dalam perkiraan sama seperti kita di dekat Jupiter," kata Daniel Angerhausen, astronom Goddard Space Flight Center di Maryland.

Trojan umum ditemukan di dekat planet dengan orbit lebih lama dari 60 hari Bumi. Menemukan exo-Trojan dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana planet raksasa bergerak dalam sistem.

"Mereka cukup banyak. Anda dapat menekan dari bongkahan data Kepler," kata Angerhausen.

Tapi konfirmasi harus menunggu karena wahana penerus Kepler masih dalam instalasi di European Space Agency yang merencanakan menerbangkan PLATO pada tahun 2024.
A statistical search for a population of Exo-Trojans in the Kepler dataset

Michael Hippke, Daniel Angerhausen

arXiv, Submitted on 3 Aug 2015, arXiv:1508.00427

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.