Skip to main content

Vaksin Eksperimental Coronavirus MERS Beri Janji

Penelitian ~ Pertama kali vaksin MERS menunjukkan janji, vaksin eksperimental penghancur virus Middle East respiratory syndrome (MERS) menyelamatkan tikus dan monyet.

Nafas lega hari ini untuk melanjutkan aktivitas normal sehari-hari. Wabah tidak ada terapi, tapi vaksin yang sedang diuji memberi sedikit sejuk dada yang memanas beberapa tahun.

Pekan ini vaksin muncul mengurangi gejala pada monyet dan tikus meskipun sulit untuk mengatakan secara pasti karena coronavirus hanya memicu gejala ringan pada hewan.

Vaksin eksperimental baru menggunakan DNA dan protein virus membantu sistem kekebalan tubuh hewan melawan virus yang menyebabkan Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV).

Vaksin merangsang produksi protein antibodi yang menyolot dan menonaktifkan virus. Ketika menyerang virus, antibodi menargetkan protein virus disebut glikoprotein Spike.

Para peneliti menyulam vaksin dengan DNA dan blueprint genetik virus untuk yang merespon glikoprotein Spike atau bagian dari tiap-tiap protein itu sendiri.

Dua suntikan DNA diikuti satu atau dua suntikan protein menghasilkan sejumlah besar antibodi pada tikus dan monyet. DNA dan protein telah membangkitkan keberagaman antibodi.

Meskipun regimen vaksin tidak dimaksudkan untuk klinik, temuan memberi janji vaksin efektif untuk MERS dari protein Spike. Kombinasi vaksin mengurangi kerusakan paru-paru 6 hari pasca infeksi.

Sampai hari ini tidak ada vaksin manusia untuk bertempur dengan MERS. Virus telah menginfeksi hampir 1400 orang dan menewaskan lebih dari 500 di seluruh dunia sejak muncul tahun 2012.

MERS tidak mudah menyebar di antara orang-orang di luar rumah sakit, sehingga vaksin mungkin akan diberikan kepada pekerja kesehatan dan orang-orang yang bekerja dengan unta.
Evaluation of candidate vaccine approaches for MERS-CoV

Lingshu Wang1 et al.
  1. Vaccine Research Center, National Institute of Allergy and Infectious Diseases, National Institutes of Health, Bethesda, Maryland 20892, USA
Nature Communications, 28 July 2015, DOI:10.1038/ncomms8712

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.