Skip to main content

Ibu Bug Busuk (Podisus maculiventris) Memilih Warna Telur

Credit: Leslie Abram
Penelitian ~ Ibu Bug Busuk (Podisus maculiventris) memilih warna telur untuk meletakkan barisan di gelap atau terang tergantung seberapa banyak cahaya terpantul dari permukaan.

Di alam, telur berwarna lebih gelap berbaris pada daun lebih gelap dan telur berwarna cerah berbaris pada bagian bawah daun yang tidak memerlukan pigmen pelindung.

Variasi warna telur ada di banyak spesies, tapi bagaimana Podisus maculiventris secara selektif mengendalikan pigmentasi telur berdasarkan persepsi cahaya tidak diketahui.

Burung dan serangga tertentu bertelur dengan perbedaan warna halus, tetapi biasanya sebagai respon perubahan usia atau pola diet dengan bermacam nutrisi. Tidak isyarat sensorik dari lingkungan.

Sebuah adaptasi kemungkinan berkaitan bagaimana beberapa spesies bug dapat menyimpan telurnya di atas daun, seperti telur gelap berwarna lebih terlindungi dari radiasi UV.

Laporan baru didorong rasa ingin tahu mahasiswa PhD yang terinspirasi baris teka-teki silang di kandang. Telur berwarna lebih gelap menempel di permukaan lebih gelap dibanding telur yang berwarna lebih terang.

Credit: Paul K. Abram et al.

"Kami menduga bug ini memiliki sistem fisiologis yang menerima input visual dari lingkungan dan kemudian memodulasi penerapan pigmen," kata Paul Abram, mahasiswa PhD entomologi University of Montreal.

"Ini hewan pertama yang selektif mengontrol warna telur dalam menanggapi kondisi lingkungan, tapi kami benar-benar ragu bahwa ini satu-satunya. Apa pun itu aneh dan unik," kata Abram.

Abram mereplikasi pengamatan di laboratorium menggunakan cawan Petri yang dicat hitam atau putih. Ekperimen diharapkan pedal kopling link antara kecerahan permukaan dan warna telur.

"Warna telur dan fungsi ekologisnya adalah subjek yang tidak muncul dalam literatur. Ini menyoroti fakta bahwa adaptasi masih tersembunyi dari pandangan mata, menunggu untuk ditemukan," kata Abram.
An Insect with Selective Control of Egg Coloration

Paul K. Abram1 et al.
  1. Institut de Recherche en Biologie Végétale, Département de Sciences Biologiques, Université de Montréal, Montréal, QC H1X 2B2, Canada
  2. Centre de Recherche et de Développement en Horticulture, Agriculture et Agroalimentaire Canada, St-Jean-sur-Richelieu, QC J3B 3E6, Canada
Current Biology, July 23, 2015, DOI:10.1016/j.cub.2015.06.010

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.