Skip to main content

Diversifikasi Budaya Halus Pan troglodytes schweinfurthii

Credit: Kathelijne Koops
Penelitian ~ Panjang tongkat camilan semut proxy diversifikasi halus budaya di antara tetangga masyarakat simpanse Pan troglodytes schweinfurthii.

Selama berabad-abad hipotesis kebudayaan primata non-manusia mengantung hanya dalam literatur dan selama beberapa dekade berulang kali dipertanyakan.

Tapi variasi budaya semakin banyak muncul pada banyak spesies mulai primata hingga Cetacea. Simpanse, kerabat paling dekat manusia, membangun budaya paling beragam terutama dalam penggunaan alat.

Metode tradisional digunakan untuk mencatat kehadiran budaya dengan membandingkan variasi perilaku di seluruh populasi dan tidak termasuk pola perilaku yang dijelaskan oleh perbedaan genetik atau lingkungan.

Namun demikian tidak mungkin secara meyakinkan menyingkirkan pengaruh genetika dan kondisi lingkungan pada populasi geografis. Sekarang laporan baru mengupas masalah ini.

"Kami membandingkan kelompok simpanse bertetangga di bawah kondisi lingkungan sama untuk melihat perbedaan skala halus sementara menjaga genetika konstan," kata Kathelijne Koops, antropolog University of Cambridge.

Credit: Kathelijne Koops

Laporan sebelumnya Pan troglodytes verus di savana Fongoli, Sénégal, menggunakan tombak untuk membunuh mangsa berlaku sama di antara laki-laki dan perempuan.

Tren menyalin budaya berdandan simpanse didokumentasikan di Chimfunshi Wildlife Orphanage Trust sanctuary, Zambia, dan mencelup rumput ke air di Budongo Forest, Uganda.

Koops dan tim di Kalinzu Forest, Uganda, mengamati P. troglodytes schweinfurthii mencelupkan tongkat untuk memancing Semut Tentara Dorylus spp. yang sangat agresif di sarang bawah tanah.

Koops membandingkan ketersediaan spesies berbeda Semut Tentara dan panjang alat yang digunakan oleh kedua komunitas simpanse yang mencelupkan sarang berdekatan dalam kesamaan ekologi.

Kedua komunitas bertetangga secara signifikan menggunakan tongkat yang memiliki panjang berbeda, meskipun spesies semut identik. Perbedaan panjang alat menjadi proxy budaya.

"Kami menyoroti bagaimana pengetahuan budaya menghasilkan diversifikasi skala kecil dalam kelompok bertetangga," kata Koops.

"Perbedaan budaya muncul dan dipelihara di antara kelompok-kelompok berdekatan dalam masyarakat manusia," kata Koops.




Cultural differences in ant-dipping tool length between neighbouring chimpanzee communities at Kalinzu, Uganda

Kathelijne Koops1,2 et al.
  1. Anthropological Institute and Museum, University of Zurich, Winterthurerstrasse 190, 8057 Zürich, Switzerland
  2. Department of Archaeology and Anthropology, University of Cambridge, Pembroke Street, CB2 3QG Cambridge, United Kingdom
Scientific Reports, 22 July 2015, DOI:10.1038/srep12456

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.