Skip to main content

Fosilisasi Spermatozoa 50 Juta Tahun Di Antartika

Credit: Swedish Museum of Natural History
Penelitian ~ Fosil sperma tertua di dunia mungkin dari lintah. Di tanah dingin Antartika, para peneliti menggali mineraliasasi permata bahagia: Sperma 50 juta tahun.

Fosilisasi mineral sperma cacing tertanam di dinding kepompong dari apa yang mungkin telah dilakukan lintah yang terjebak di dalamnya selama sekitar 50 juta tahun.

Fosil sperma tertua yang pernah dilaporkan mendahului pemegang rekor sebelumnya sperma serangga kecil dan sperma udang kerang yang setidaknya 10 juta tahun.

Sel-sel fosil termasuk kelas kokon memproduksi cacing disebut clitellate annelids lebih dikenal sebagai keluarga cacing tanah dan lintah. Scan mikroskop elektron memeta pelestarian langka spermatozoa.

"Anda akan menemukan inklusi umum di fosil kepompong," kata Benjamin Bomfleur, paleobiolog Swedish Museum of Natural History di Stockholm.

Branchiobdellids yang menempel dan tergantung pada lobster air tawar secara eksklusif di belahan Bumi utara bahwa fosil di Antartika memperluas geografi masa lalu dan teka-teki evolusi lintah.

Kepompong disekresi deposito sperma dan telur cacing, setiap kokon kemudian mengeras membentuk kasus pelindung embrio. Struktur heliks menyerupai bor-bit dan ekor manik-manik karakteristik sperma.

Tidak akan ada DNA tersisa dalam fragmen sperma karena make-up material kimia dari bahan organik berubah dari komposisi asli. Tapi sel-sel di bawah mikroskop mempertahankan struktur dalam.

Para peneliti mengatakan konfirmasi resolusi tinggi tidak hanya meraih puncak sejarah evolusi clitellate annelids, tapi juga membuka pintu catatan fosil mikroorganisme bertubuh lunak.
Fossilized spermatozoa preserved in a 50-Myr-old annelid cocoon from Antarctica

Benjamin Bomfleur1 et al.
  1. Department of Palaeobiology, Swedish Museum of Natural History, Stockholm, Sweden
Biology Letters, 15 July 2015, DOI:10.1098/rsbl.2015.0431

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.