Skip to main content

Laba-Laba Pakai Kaki dan Jangkar Berselancar di Air

Credit: Alex Hyde
Penelitian ~ Laba-laba menggunakan kaki untuk berselancar di air. Laba-laba udara dapat berlayar di laut. Air bukan hambatan untuk terbang penyebaran arakhnida.

Laba-laba melakukan perjalanan di udara dan juga pelaut mahir ketika mendarat di atas air. Bepergian melintasi samudra seperti kapal menggunakan kaki mereka sebagai layar dan sutra sebagai jangkar.

Pelaut dan wisatawan termasuk Charles Darwin di kapal HMS Beagle sering melaporkan melihat ballooning laba-laba bergetar dari udara ke layar kapal jauh dari pantai manapun.

Pendispersi laba-laba diketahui menggunakan helai sutra untuk tetap udara dengan hembusan angin seperti David Copperfield juga menyapu lepas pantai dan mahir berlayar karena aeronautika.

"Ini seperti ilusi," kata Morito Hayashi, zoolog Natural History Museum London.

Credit: Alex Hyde
Berdiri di atas air dengan menangkap angin menggunakan tubuh sebagai layar. Jala diturunkan sebagai jangkar di tempat sementara ia mengapung bahwa perilaku ini adalah adaptasi yang disengaja di air.

Dua kaki di depan membentuk V, sementara kaki belakang menopang tubuh dengan kokoh berselancar di permukaan air garam dan air tawar, bahkan mampu bermanuver di air yang bergolak.

Evolusi dan penyebaran geografis merata mengharuskan laba-laba melakukan perjalanan jauh yang mungkin membantu menjelaskan mengapa laba-laba salah satu spesies pertama yang menjajah habitat baru di pulau-pulau.

"70% planet Bumi ditutupi air, mereka harus menghadapi air. Jika bisa berlayar yang menghemat energi, mereka mencapai daratan lebih mudah," kata Hayashi.
Sail or sink: novel behavioural adaptations on water in aerially dispersing species

Morito Hayashi1,2,3 et al.
  1. School of Biology, University of Nottingham, Nottingham, UK
  2. Department of Zoology, The Natural History Museun, London, UK
  3. Environmental Education Center, Miyagi University of Education, Miyagi, Japan
BMC Evolutionary Biology, 3 July 2015, DOI:10.1186/s12862-015-0402-5

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.