Skip to main content

Gunung Meletus dan Lava Bocor di Planet Venus

Credit: ESA
Penelitian ~ Gunung berapi mungkin meletus di Venus. Lava bocor mengalir di planet tetangga terdekat membantu memecahkan teka-teki geologi dunia terdalam di Tata Surya.

Venus Express yang mengorbit Venus sejak tahun 2006 mendeteksi kilatan gelombang inframerah di permukaan planet. Semburan berselaras zona keretakan mirip retakan di sekitar gunung berapi di Bumi.

Sulfur dioksida meludah ke atmosfer adalah vulkanisme modern di planet tetangga. Jika dikonfirmasi, Venus bergabung dengan Bumi dan bulan Jupiter, Io, dalam daftar dunia vulkanik aktif di Tata Surya.

Beberapa model evolusi planet menyarankan gunung berapi di Venus meletus sekitar 500 juta tahun lalu. Tapi apakah planet tersebut masih aktif saat ini tetap menjadi perdebatan planetolog.

Tahun 2010, Sue Smrekar dari NASA Jet Propulsion Laboratory dan rekan, melaporkan radiasi inframerah di tiga wilayah adalah aliran lava terbentuk 2,5 juta tahun lalu.

Sepotong tambahan bukti dilaporkan tahun 2012 oleh Emmanuel Marcq dari Laboratoire atmosfer di Milieux dan rekan menunjuk kenaikan tajam kandungan sulfur dioksida di atmosfer atas Venus.

Credit: ESA
Sekarang Eugene Shalygin dari Max Planck Institute for Solar System Research di Gottingen dan rekan melihat perubahan lokal emisi permukaan yang direkam kamera Venus Express hanya beberapa hari terpisah.

Lonjakan suhu beberapa ratus derajat Fahrenheit dalam ukuran 1 km hingga 200 km persegi, bintik-bintik berkerumun di zona retakan Ganiki Chasma berdekatan gunung berapi Ozza Mons dan Maat Mons.

"Kami tahu Ganiki Chasma hasil vulkanisme yang terjadi cukup baru, tapi kita tidak tahu apakah dibentuk kemarin atau 1 miliar tahun," James Head, planetolog Brown University.

"Anomali aktif terdeteksi Venus Express persis di mana kita memeta deposit relatif muda dan menyarankan kegiatan yang sedang berlangsung," kata Head.
Active volcanism on Venus in the Ganiki Chasma rift zone

E. V. Shalygin1 et al.
  1. Max-Planck-Institut für Sonnensystemforschung, Göttingen, Germany
Geophysical Research Letters, 17 JUN 2015, DOI:10.1002/2015GL064088

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.