Skip to main content

Penggembala Nomaden Peletak Genetik Eropa dan Asia

Credit: Natalia Shishlina
Laporan Penelitian ~ Manusia Zaman Perunggu merentang perjalanan bermil-mil, studi genetik skala besar juga menunjuk banyak orang-orang kuno inteloran laktosa.

Zaman Perunggu, sekitar 3.000 sampai 5.000 tahun lalu, adalah traveler sejati bertepatan waktu perubahan besar budaya di Eurasia, tapi mungkin tidak begitu menyukai susu.

Para arkeolog telah lama berdebat apakah perubahan berasal dari penyebaran ide ataukah migrasi fisik. Studi skala populasi menunjuk migran menyebarkan bahasa padang rumput dan teknologi.

Morten Allentoft, genetikawan Centre for GeoGenetics di Natural History Museum of Denmark, Copenhagen, dan rekan memeriksa lebih dari 101 spesimen jenazah manusia Zaman Perunggu.

Mereka mengekstrak materi genetik dari lapisan keras gigi luar yang mempertahankan DNA lebih baik dibanding interior yang memungkinkan pertanyaan luas tentang hubungan antara gen dan budaya.

Budaya Yamnaya, populasi penggembala nomaden 5.000 tahun lalu yang sekarang barat daya Rusia, secara genetik sedikit lebih muda dari budaya Afanasievo yang tinggal ribuan kilometer lebih jauh ke timur.

Satu budaya Eurasia Zaman Perunggu memiliki kesamaan genetik penduduk asli benua Amerika. Laporan baru membuka pertanyaan baru tentang akar-akar budaya modern.

Hanya 10 persen dari Zaman Perunggu Eropa mampu mencerna susu karena mereka memiliki budaya pertanian dengan memelihara sapi. Toleransi laktosa terkait mutasi tunggal gen laktase.

"Zaman Perunggu adalah kunci perubahan identitas kuno ke modern di Eropa dan Asia hari ini," kata Allentoft.

Frekuensi perubahan genetik harus meningkat secara dramatis setelah Zaman Perunggu karena semakin tersebar luas di Eropa. Laporan sebelumnya juga menyarankan onset toleransi laktosa di kemudian hari.
Population genomics of Bronze Age Eurasia

Morten E. Allentoft1 et al.
  1. Centre for GeoGenetics, Natural History Museum, University of Copenhagen, Øster Voldgade 5-7, 1350 Copenhagen K, Denmark
Nature, 10 June 2015, DOI:10.1038/nature14507

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.