Skip to main content

Teknologi Canggih Dibawa Dari Afrika Ke Eropa

Credit: Marjolein Bosch
Laporan Penelitian ~ Manusia kuno membawa alat ke Eropa, fragmen sisa-sisa kesibukan dari Lebanon menunjuk bahwa teknologi canggih bukan penemuan di Eropa.

Laporan baru di Proceedings of the National Academy of Sciences menantang salah satu teori alternatif sebelumnya bahwa orang-orang yang menemukan alat-alat canggih setelah mereka menetap di Eropa.

Koleksi kerang siput berdating 44.000 tahun dan sisa-sisa 2 manusia dijuluki Egbert dan Ethelruda menantang argumen tentang asal-usul alat yang digunakan di Eropa.

Penggunaan alat canggih yang mencirikan periode Upper Palaeolithic, dimulai sekitar 50.000 tahun lalu, dilakukan orang-orang dari Afrika yang menjelajah Eropa dengan wilayah Levant.

Egbert dan Ethelruda adalah bagian dari sekelompok manusia yang menggunakan alat dan ornamen tubuh seperti kerang dan gigi mirip dengan artefak yang ditemukan di situs Eropa awal.

Kerangka mereka berdua digali dari sebuah situs Ksâr ‘Akil di Lebanon pada 1930-an dan 1940-an. Tapi dating telah bermasalah karena tulang dari situs begitu terdegradasi dan tidak mengandung bahan organik cukup untuk radiokarbon.

Marjolein Bosch, zooarkeolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, menganalisis cangkang siput laut Phorcus turbinatus yang biasa dimakan orang-orang yang tinggal di lokasi.

"Dating radiokarbon kami lebih tua dari sisa-sisa manusia modern di Eropa, bahwa dalam perjalanan mereka keluar dari Afrika, kelompok manusia ini datang melalui Levant," kata Bosch.

"Manusia sudah menggunakan alat-alat relatif modern sebelum mereka mencapai Eropa. Sekarang kita tahu toolkit Upper Palaeolithic di Levant," kata Bosch.

Temuan Bosch bertentangan dengan kesimpulan laporan di PLoS ONE tahun 2013 bahwa penduduk Ksar Akil paling awal tinggal di lokasi sekitar 40.000 tahun lalu atau rentang waktu yang sama situs serupa di Eropa.
New chronology for Ksâr ‘Akil (Lebanon) supports Levantine route of modern human dispersal into Europe

Marjolein D. Bosch1 et al.
  1. Department of Human Evolution, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, D-04103 Leipzig, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 1, 2015, DOI:10.1073/pnas.1501529112

Chronology of Ksar Akil (Lebanon) and Implications for the Colonization of Europe by Anatomically Modern Humans

Katerina Douka1 et al.
  1. Oxford Radiocarbon Accelerator Unit, Research Laboratory for Archaeology and the History of Art, University of Oxford, Oxford, United Kingdom
PLoS ONE, September 11, 2013, DOI:10.1371/journal.pone.0072931

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.