Skip to main content

Evolusi Proto-Ular Merayap Di Darat, Bukan di Laut

Credit: Julius Csotonyi
Laporan Penelitian - Wawasan baru membawa kembali asal-usul bahwa nenek moyang terbaru semua ular adalah nokturnal, siluman predator bertungkai yang berburu dengan pergelangan kaki serta jari-jari.

Ular memiliki kerangka rapuh dan sulit menyisakan cacatan fosil. Banyak kesenjangan besar menetap dalam pemahaman tentang pohon evolusi dengan bukti tidak kuat. Teori-teori yang ada lebih banyak spekulasi.

Tetapi laporan baru menghadirkan janji beberapa berkas cahaya untuk menerangi tabir gelap misteri ular serta menggoyang beberapa teori yang berlaku selama ini.

"Kami menghasilkan rekonstruksi komprehensif pertama tentang leluhur ular," kata Allison Hsiang, paleontolog Yale University.

Analisis genom, anatomi dan catatan fosil menunjuk leluhur terbaru semua ular modern mempertahankan kaki belakang kecil, nokturnal dan memiliki jarum-jarum seperti gigi.

Proto-ular merayap di hutan 120 juta tahun lalu. Laporan Hsiang dan rekan seperti lalat menghadapi teori yang paling banyak diterima bahwa ular berevolusi memanjang dan desain tubuh adalah respon adaptasi laut.

"Kami menunjuk nenek moyang terbaru dari semua ular hidup kehilangan anggota tubuh bagian depan tapi masih memiliki kaki belakang kecil dengan pergelangan kaki dan jari-jari. Tahap evolusi ini di darat, bukan di laut," kata Hsiang.

Ular dan boas umumnya dianggap lebih primitif di antara ular modern yang berburu dan membunuh mangsanya dengan melilit. Tapi strategi berburu ini adalah perkembangan selanjutnya.

Tidak ada yang tahu persis bagaimana penampakan nenek moyang semua ular tanpa catatan fosil, tapi setidaknya laporan baru memungkinkan biolog meninjau teori dan membuka pintu untuk penjelasan lebih tepat.
The origin of snakes: revealing the ecology, behavior, and evolutionary history of early snakes using genomics, phenomics, and the fossil record

Allison Y Hsiang1 et al.
  1. Department of Geology and Geophysics, Yale University, New Haven 06520, Connecticut, USA
BMC Evolutionary Biology, 20 May 2015, DOI:10.1186/s12862-015-0358-5

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.