Skip to main content

Radiasi Sinar Kosmik Merusak Otak Astronot

Laporan Penelitian - Bekerja di Mars bisa menyihir sel-sel otak astronot, ledakan partikel radiasi kosmik menghancurkan memori. Laporan baru memberi implikasi bagi eksplorasi ruang.

Seperti meriam menghantam kaca, partikel energi tinggi menghancurkan sulur halus penghubung antar sel-sel saraf. Kerusakan saraf menyisakan masalah memori dan kemampuan kognisi.

NASA terus berupaya mengirim probe berawak ke Mars tahun 2030-an. Jika misi berhasil, astronot menghabiskan beberapa tahun yang dibombardir partikel energi tinggi dari supernova dan ledakan galaksi lainnya.

Paparan spektrum nuclei sangat energik yang terdiri sinar kosmik galaksi merusak kognisi sepanjang hidup, dekremen kinerja, defisit memori, kehilangan kesadaran dan fokus untuk misi penting.

Eksperimen sebelumnya pada hewan mengungkap sensitivitas tak terduga neuron dewasa di otak oleh partikel bermuatan yang berhamburan di ruang angkasa. Sekarang sebauh tim menggunakan tikus dengan iradiasi partikel.

"Ini bukan berita positif bagi astronot selama 2 sampai 3 tahun round trip ke Mars," kata Charles Limoli, radiolog University of California di Irvine.

Paparan partikel mengakibatkan radang otak yang mengganggu transmisi sinyal antar neuron. Jaringan komunikasi otak dengan defisit dendrit, perubahan sinaptik mengganggu sel-sel mengirimkan sinyal elektrokimia.

"Orang-orang yang bekerja untuk waktu lama di Stasiun Antariksa Internasional tidak menghadapi level ekstrim karena masih dalam magnetosfer Bumi," kata Limoli.

"Partikel diiradiasi ekstrim yang membentuk sinar kosmik galaksi ini terutama sisa-sisa kejadian supernova di masa lalu," kata Limoli.
What happens to your brain on the way to Mars

Vipan K. Parihar1 et al.
  1. Department of Radiation Oncology, University of California, Irvine, Irvine, CA 92697–2695, USA
Science Advances, 01 May 2015, DOI:10.1126/sciadv.1400256. Gambar: NASA

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.