Skip to main content

Implan Otak Mengontrol Lengan Robot Dengan Spontan

Credit: Spencer Kellis and Christian Klaes, Caltech
Laporan Penelitian - Implan otak memungkinkan orang lumpuh minum bir sendiri dengan cepat, perangkat menghubungkan pikiran dalam area perencanaan tindakan untuk anggota badan buatan.

Seorang pria lumpuh dapat membuat lengan robot melakukan beberapa gerakan halus. Chip silikon kecil tertanam di area perencanaan tindakan otak menggerakkan lengan dengan mudah dan lancar dengan pikirannya.

Erik Sorto menyisakan anggota tubuhnya tidak bisa bergerak setelah kecelakaan yang memutus saraf tulang belakang 12 tahun lalu. Orang dengan cedera serupa sebelumnya mengerakkan kaki palsu dengan implan di korteks motor.

Para peneliti sebelumnya menyadap korteks motor, wilayah otak yang memberitahu otot untuk bergerak, untuk mengarahkan anggota badan robot yang dikendalikan pikiran-dikendalikan.

Hal ini jauh dari ideal karena menghasilkan waktu tunda. Ketika ingin minum mereka harus berpikir memindahkan pindah lengan ke depan, lalu kiri, lalu membuka tangan, kemudian mencakup cangkir dan sebagainya.

Richard Andersen, neurosaints California Institute of Technology di Pasadena, dan tim mencoba sesuatu yang baru di wilayah yang berbeda dalam posterior parietal cortex atau PPC.

"Ini memungkinkan kita memecahkan kode aktivitas otak yang berhubungan dengan tujuan keseluruhan gerakan," kata Anderson saat NeuroGaming Conference di San Francisco.

Dua implan berukuran 4 milimeter persegi di PPC Masing-masing berisi elektroda yang mencatat aktivitas ratusan neuron individu. Selama hampir 2 tahun tim mencatat pola aktivitas listrik setiap tembakan neuron.

Credit: Spencer Kellis and Christian Klaes, Caltech
"Kami menemukan aktivitas luar biasa khusus untuk gerakan tertentu," kata Andersen.

Berikutnya mengirim informasi dari implan ke komputer yang menerjemahkan instruksi untuk menggerakkan lengan robot yang memungkinkan Sorto mengontrol kecepatan lengan sehingga bisa berjabat tangan dengan spontan.

"Satu hal yang dia ingin lakukan pada awal eksperimen adalah minum bir dengan teman-temannya dan mengontrol seberapa cepat ia meminumnya daripada harus bergantung pada orang lain," kata Andersen.



Decoding motor imagery from the posterior parietal cortex of a tetraplegic human

Tyson Aflalo1 et al.
  1. Division of Biology and Biological Engineering, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91125, USA
Science, 22 May 2015, DOI:10.1126/science.aaa5417

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.