Skip to main content

Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) Berusus Karnivora

Laporan Penelitian - Bakteri usus panda menyerupai karnivora. Tidak seperti vegetarian lainnya, Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) pemakan bambu kurang memiliki mikroba pencerna tanaman.

Panda Raksasa mungkin terlihat seperti boneka, tapi mereka punya nyali grizzly berkaca mata. Mikroba yang hidup dalam usus pecinta bambu cocok dengan usus pemakan daging.

Microbiome beruang menunjukkan adaptasi evolusioner yang buruk untuk makanan berserat. Panda menggunakan rahang kuat untuk mengupas bambu. Tapi mikroorganisme usus beruang tidak mahir memasok sumber makanan utama.

Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) kuno awalnya omnivora yang perlahan mulai menggabungkan bambu ke dalam diet setidaknya 7 juta tahun lalu dan beralih ke makan bambu eksklusif 2 juta tahun lalu.

"Tidak seperti pemakan tumbuhan lainnya yang berhasil berevolusi, panda raksasa masih mempertahankan pencernaan khas karnivora," kata Zhihe Zhang, biolog Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding di China.

Panda tidak memiliki peralatan usus untuk mencerna serat. Para ilmuwan berpikir panda mungkin mengandalkan bakteri usus untuk mengekstrak nutrisi. Tapi laporan baru mengisyaratkan bakteri tidak dapat mengatasi makanan serat tinggi.

Kotoran tidak memiliki bakteri pencerna tanaman yang biasa ditemukan dalam tinja herbivora, meskipun mereka menghabiskan 14 jam mengunyah batang bambu dengan 12,5 kilogram setiap hari atau sekitar berat anak berumur 2 tahun.


The Bamboo-Eating Giant Panda Harbors a Carnivore-Like Gut Microbiota, with Excessive Seasonal Variations

Zhengsheng Xue1 et al.
  1. State Key Laboratory of Microbial Metabolism, School of Life Sciences and Biotechnology, Shanghai Jiao Tong University, Shanghai, People’s Republic of China
mBio, 19 May 2015, DOI:10.1128/mBio.00022-15

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.