Skip to main content

Genom Komplit Menghidupkan Kembali Mammoth Woolly

www.LaporanPenelitian.com - Genom komplit mammoth woolly membuka tabir tentang kepunahan dan janjikan penciptaan spesies punah semakin nyata.

Tim internasional menyelesaikan sekuen genom lengkap 2 novel mammoth Siberia yang mengungkap deskripsi paling lengkap termasuk sejarah evolusi spesies dan kondisi penyebab kepunahan massal akhir Zaman Es.

"Ketika orang Mesir sedang membangun piramida, masih ada mammoth hidup," kata Hendrik Poinar, direktur Ancient DNA Centre di McMaster University.

Sementara para ilmuwan telah lama berdebat perubahan iklim dan perburuan orang Clovis sebagai faktor utama di balik kepunahan mammoth, data baru menunjukkan beberapa faktor sejarah evolusi panjang.

Poinar dan rekan menggunakan teknologi canggih untuk mengekstrak bit DNA kuno yang sangat terfragmentasi. Genom berkualitas tinggi datang dari spesimen 2 mammoth laki-laki yang hidup terpisah sekitar 40.000 tahun.

Satu spesimen tinggal di timur laut Siberia berdating 45.000 tahun dan spesimen yang lain berdating 4.300 tahun di Wrangel Island Rusia terletak di Samudra Arktik.

Genom salah satu mammoth terakhir di dunia menampilkan variasi genetik rendah dan tanda tangan inbreeding, mungkin karena populasi kecil yang berhasil bertahan di Wrangel Island selama 5.000 tahun terakhir.

Populasi menderita dan pulih signifikan dari penyusutan sekitar 250.000 hingga 300.000 tahun lalu. Tapi penurunan tajam terjadi di hari-hari terakhir zaman es sebagai takdir akhir.

"Kita sekarang dapat mulai memahami perbedaan mammoth raksasa dengan gajah dan teka-teki penyebab kepunahan yang sangat sulit dipecahkan," kata Poinar.




Complete Genomes Reveal Signatures of Demographic and Genetic Declines in the Woolly Mammoth

Eleftheria Palkopoulou1,2 et al.
  1. Department of Bioinformatics and Genetics, Swedish Museum of Natural History, 10405 Stockholm, Sweden
  2. Department of Zoology, Stockholm University, 10691 Stockholm, Sweden
Current Biology, April 23, 2015, DOI:10.1016/j.cub.2015.04.007

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.