Skip to main content

Badai Super Di Atmosfer Saturnus Dilecut Molekul Air

LaporanPenelitian.com - Setiap 20 sampai 30 tahun, Saturnus dipukul super badai dengan luas lebih besar dari Bumi yang mengamuk selama berbulan-bulan di sekitar cincin.

'Great White Spots' meregang ratusan ribu kilometer sebelum meredup, tapi beberapa bagian terus berkecamuk sepanjang jalan di sekitar planet sampai kepala menyambung dengan ekornya sendiri.

Ledakan badai begitu besar bahkan dapat disaksikan teleskop dari Bumi. Sejak tahun 1876 para astronom mengamati 6 adegan beliung ini, tetapi bagaimana terjadi tetap dalam berkas perkara.

Sekarang satu tim menawarkan teori baru. Badai dilecut oleh perilaku luar biasa uap air di atmosfer gas raksasa. Seperti di Bumi, atmosfer Saturnus terdiri dari berbagai lapisan.

Untuk sebagian besar waktu, lapisan luar membentuk awan kurang padat dibanding lapisan sub-awan yang membentang di sepanjang jalan menuju pusat planet yang mengandung gas.

Seperti minyak mengambang di atas air, campuran udara terutama hidrogen dan helium disertai molekul air. Lapisan luar mencegah udara hangat naik, pendinginan dan kondensasi memproses badai.

Peristiwa ini berlangsung selama puluhan tahun pada suatu waktu. Molekul air lebih berat dalam campuran bergolak kemudian tertumpah dalam badai besar sampai keseimbangan asli dipulihkan dan kembali tenang.

"Skala waktu tergantung pada seberapa cepat planet dapat mendinginkan diri dengan memancarkan panas ke ruang angkasa," kata Cheng Li, planetolog California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena.

Gas raksasa lain yaitu Jupiter juga menampilkan plot "Great Red Spot". Tapi, Jupiter bukan badai raksasa, melainkan hujan yang jatuh lebih mirip dengan gerimis di Bumi.
Moist convection in hydrogen atmospheres and the frequency of Saturn’s giant storms

Cheng Li1 & Andrew P. Ingersoll1
  1. Division of Geological and Planetary Sciences, California Institute of Technology, Pasadena, California 91125, USA
Nature Geoscience, 13 April 2015, DOI:10.1038/ngeo2405. Gambar: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …