Skip to main content

Anak-Anak Keluarga Miskin, Otaknya Menyusut

LaporanPenelitian.com - Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki otak lebih kecil dan kemampuan kognitif lebih rendah.

Semakin kaya orangtua, semakin besar dan luas permukaan otak anaknya, fitur struktural yang terkait dengan kecerdasan lebih tinggi pada anak-anak.

Pendapatan keluarga berdampak pada perkembangan otak anak-anak, khususnya di kalangan anak-anak dari orang tua berpendapatan rendah bahwa kemiskinan menyusutkan otak sejak lahir.

Tekanan tumbuh hidup miskin menyakiti perkembangan otak anak sebelum kelahiran dan bahkan perbedaan yang sangat kecil dalam pendapatan memiliki efek besar pada otak.

Para ilmuwan telah lama menduga perilaku dan kemampuan kognitif anak-anak terkait status sosial ekonomi mereka, terutama bagi mereka yang sangat miskin. Tapi tidak pernah jelas.

"Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah lebih kesulitan dengan fungsi bahasa, kinerja sekolah dan metrik kognitif lainnya," kata Elizabeth Sowell, pediatris Children's Hospital Los Angeles in California.

Stres lingkungan rumah, gizi buruk, paparan kimia industri seperti timbal dan kurangnya akses terhadap pendidikan yang baik sering disebut-sebut sebagai faktor penyebab.

Sekarang sebuah tim melihat ke dasar-dasar biologis efek ini berdasarkan pencitrakan otak 1.099 anak-anak, remaja dan dewasa muda di beberapa kota di Amerika Serikat.

Otak anak-anak dari golongan berpenghasilan kurang dari US$25.000 memiliki permukaan otak 6% lebih sedikit dibanding anak-anak dari keluarga yang membuat penghasilan lebih dari US$150,000.

Pada anak-anak dari keluarga miskin, kesenjangan pendapatan beberapa ribu dolar terkait dengan perbedaan terutama di daerah otak yang terkait dengan bahasa dan keterampilan mengambil keputusan.

Sangat penting bagi pemangku kebijakan untuk memahami hubungan antara status sosial ekonomi dan kecerdasan karena berperan dalam lingkaran kemiskinan lintas generasi.

Menghapus kemiskinan adalah sebuah tantangan, tapi tantangan yang semakin berat jika mereka menghadapi masalah sumber daya paling mendasar yaitu kurangnya potensi kognitif mereka sendiri.
Family income, parental education and brain structure in children and adolescents

Kimberly G Noble1,2 et al.
  1. College of Physicians and Surgeons, Columbia University, New York, New York, USA.
  2. Teachers College, Columbia University, New York, New York, USA
Nature Neuroscience, 30 March 2015, DOI:10.1038/nn.3983

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.