Skip to main content

Alat-Alat Batu Penuh Residu Lemak di Situs Revadim

LaporanPenelitian.com - Bukti pertama alat-alat batu menanggung residu hewan ketika memproses bangkai dan kulit hewan 500.000 tahun lalu.

Sekitar 2,5 juta tahun lalu, leluhur manusia bertahan pada diet remeh tanaman. Tapi perluasan volume otak memerlukan substansi lebih lemak dan daging.

Hal-hal yang mendorong pengembangan keterampilan dan alat yang diperlukan untuk berburu binatang dan mengolah lemak dan daging dari bangkai hewan besar.

Di antara gajah di situs Revadim, Israel, tergolek kapak tangan berdating 500 ribu tahun penuh residu hewan. Verifikasi pertama kali penggunaan alat-alat batu untuk memproses bangkai dan kulit hewan.

"Ada tiga bagian untuk teka-teki ini. Perluasan otak manusia, pergeseran konsumsi daging, dan kemampuan untuk mengembangkan teknologi," kata Ran Barkai, arkeolog Tel Aviv University.

"Terobosan besar dalam evolusi manusia. Batu untuk membantai dan memotong daging hewan merupakan tonggak biologis dan budaya yang penting," kata Barkai.

"Di tambang Revadim sisa-sisa hewan disembelih, termasuk rusuk gajah yang telah rapi dipotong alat batu, bersama kapal tangan yang masih mempertahankan lemak hewan," kata Barkai.

Fourier Transform InfraRed (FTIR) menganalisis residu yang memanfaatkan inframerah untuk mengidentifikasi tanda tangan senyawa organik yang sampai hari ini tetap hanya teori.

Sementara pertanyaan tentang fungsi dan produksi masih belum terjawab, ada sedikit keraguan bahwa kapak dan scraper yang ditemukan di situs prasejarah di seluruh dunia berbeda untuk tujuan tertentu.
Fat Residue and Use-Wear Found on Acheulian Biface and Scraper Associated with Butchered Elephant Remains at the Site of Revadim, Israel

Natalya Solodenko1 et al.
  1. The Jacob M. Alkow Department of Archaeology and Ancient Near Eastern Cultures, Tel Aviv University, Ramat Aviv, Tel Aviv, Israel
PLoS ONE, March 18, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0118572

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.