Skip to main content

Hanya Masalah Waktu Strain Mematikan Flu Burung H7N9

LaporanPenelitian.com - Ayam harus disalahkan atas penyebaran flu burung mematikan terbaru dan hanya masalah waktu sebelum virus H7N9 menyebar ke seluruh dunia.

Ayam memulai gelombang kedua flu burung H7N9 yang melanda China tahun lalu dan gelombang ketiga sedang berlangsung. Dari provinsi Zhejiang di China tenggara, virus berkembang menjadi setidaknya 3 varietas lokal.

Flu burung H7N9 pertama kali bangkit dari tidur di musim semi 2013 ketika menyerang 136 orang dan membunuh sekitar 40 darinya. Virus hampir menghilang selama musim panas hanya untuk muncul kembali di musim gugur.

Oktober 2013 sampai September 2014 menyerang 318 orang dan menewaskan lebih dari 100 orang. Gelombang ketiga dimulai Oktober lalu dengan total lebih dari 640 orang terjangkit.

Para ilmuwan tidak tahu mengapa virus bangkit kembali lebih kuat. H7N9 mengambil gen dari virus flu burung lain yang memungkinkan menginfeksi manusia lebih mudah.

Pasar unggas hidup di 5 provinsi rata-rata 3 persen ayam membawa virus. Kombinasi membuat H7N9 kandidat utama munculnya galur pandemik pada manusia. Hanya masalah waktu sebelum virus keluar China.
Dissemination, divergence and establishment of H7N9 influenza viruses in China

Tommy Tsan-Yuk Lam1,2,3 et al.
  1. State Key Laboratory of Emerging Infectious Diseases (HKU-Shenzhen Branch), Shenzhen Third People’s Hospital, Shenzhen 518112, China
  2. Joint Influenza Research Centre (SUMC/HKU), Shantou University Medical College (SUMC), Shantou 515041, China
  3. Centre of Influenza Research, School of Public Health, The University of Hong Kong (HKU), Hong Kong, China
Nature, 11 March 2015, DOI:10.1038/nature14348

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.