Skip to main content

Liberal dan Konservatif Memiliki Bias Terhadap Sains

LaporanPenelitian.com - Keduanya, liberal dan konservatif, punya bias terhadap sains. Kaum konservatif dan liberal menjadi bias terhadap sains ketika tidak sejalan politisasi isu mereka.

Laporan baru menunjukkan orang-orang dari kedua sisi, kiri dan kanan, mengembangkan ketidakpercayaan pada temuan ilmiah ketika mereka disajikan fakta-fakta yang mentang isu politik tertentu.

Bagi konservatif, evolusi dan pemanasan global adalah masalah yang menyebabkan mereka menolak pada sains. Bagi kaum liberal terjadi terhadap isu pertambangan dan tenaga nuklir.

"Liberal juga memproses informasi ilmiah secara bias, secara inheren mereka tidak lebih unggul dari konservatif," kata Erik Nisbet dari Ohio State University.

Liberal dan konservatif memiliki emosi negatif ketika mereka membaca laporan ilmiah yang menantang keyakinan mereka dibanding ketika mereka membaca tentang topik ilmiah netral yaitu geologi dan astronomi.

"Perubahan iklim dan evolusi adalah masalah yang jauh lebih besar di media dan wacana politik daripada pertambangan dan tenaga nuklir," kata Nisbet.

Sayangnya, media berpotensi munculnya politisasi isu-isu sains lain seperti vaksinasi. Liputan media mempolitisasi sebagian besar domain non-partisan ke kancah politik sehingga menutup kesempatan para ilmuwan berbicara.

"Media memicu kontroversi, mereka mengabaikan fakta bahwa penggunaan vaksin adalah panggung para ilmuwan," kata Nisbet.
The Partisan Brain: How Dissonant Science Messages Lead Conservatives and Liberals to (Dis)Trust Science

Erik C. Nisbet, Kathryn E. Cooper, R. Kelly Garrett

The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, March 2015, DOI:10.1177/0002716214555474

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.