Skip to main content

Kesamaan Solusi Mengatasi Tantangan Hidup

www.LaporanPenelitian.com - Tipe kehidupan tidak selalu acak, evolusi mungkin sedikit memiliki pilihan untuk beradaptasi dengan tantangan baru.

Ketika mamalia darat kembali ke laut menjadi paus, singa laut dan manatee, tiga garis keturunan terkadang memanfaatkan perubahan genetik sangat mirip sebagai respon solusi mengatasi masalah.

Biolog telah lama memperdebatkan apakah memutar kembali rekaman kehidupan memberi hasil yang sama atau apakah hasil sangat tergantung pada peristiwa kebetulan yang mendorong evolusi ke jalur yang sangat berbeda.

Dua alternatif hipotesis sangat berbeda dari sejarah kehidupan di Bumi yaitu biologi memiliki pandangan bahwa makhluk cerdas seperti manusia adalah produk evolusi yang tak terelakkan.

Hipotesis lainnya yaitu paleontologi berpendapat jika dimungkinkan untuk memutar kembali waktu, sejarah kehidupan tidak akan terulang. Dunia akan menjadi terbiasa dan kemungkinan besar manusia punah.

Sekarang sebuah tim menguji reproduktifitas evolusi pada tingkat genetik. Tiga kelompok mamalia darat berbeda memiliki beberapa titik evolusi konvergen ketika mereka mengkolonisasi laut.

Paus, singa laut dan manatee. Perbandingan perubahan genetik 3 garis keturunan harus mengungkap apakah evolusi mengikuti jalur yang sama ataukah sangat berbeda dalam setiap kasus.

Sequen genom walrus, manatee, dua paus dan lumba-lumba menulis banyak perubahan gen secara independen di setiap keturunan bahwa keacakan memainkan peran penting dalam evolusi mereka.

Tapi untuk 15 gen, seleksi alam menyebabkan perubahan genetik persis sama terjadi di semua tiga garis keturunan. Beberapa tantangan hidup di laut, evolusi berulang kali tiba menjadi solusi yang sama.

"Jika Anda mengulang rekaman, Anda mungkin akan melihat perubahan yang sama lagi di antara mamalia laut," kata Andrew Foote, ahli biologi evolusi di University of Copenhagen.

"Tetapi jika Anda mengambil walrus dan unta, Anda masih akan melihat perubahan yang sama, karena keterbatasan ini," kata Foote.
Convergent evolution of the genomes of marine mammals

Andrew D Foote1,2 et al.
  1. Centre for GeoGenetics, Natural History Museum of Denmark, University of Copenhagen, Copenhagen, Denmark.
  2. Department of Evolutionary Biology, Evolutionary Biology Centre, Uppsala University, Uppsala, Sweden.
Nature Genetics, 26 January 2015, DOI:10.1038/ng.3198. Gambar: Ahodges7 via Wikimedia Commons

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.