Skip to main content

Kecamuk Badai Amarah Menghias Wajah Uranus

LaporanPenelitian.com - Badai menghias wajah Uranus, entah sebab apa mendung kemarahan menyertai wajah Uranus yang biasanya tenang.

Pada tahun lalu, planet gas memendam sistem awan besar begitu cerah bahkan astronom amatir bisa melihat mereka dari Bumi. Kecamuk amaran yang menghias menghadirkan sebuah misteri.

"Kami tidak tahu. Ini sangat tak terduga," kata Imke de Pater, astronom University of California Berkeley.

De Pater dan rekan mengamati Uranus pada tanggal 5 dan 6 Agustus 2014 dan terkejut melihat fitur luar biasa terang, karakteristik kondensasi awan di atmosfer atas planet.

"Itu lebih terang dari apa pun yang kita pernah lihat di atmosfer Uranus sebelumnya," kata De Pater.

Cuaca planet umumnya mengambil musim semi dan musim gugur setiap 42 tahun ketika Matahari bersinar di khatulistiwa. Tapi equinox terakhir adalah 7 tahun lalu, sehingga gejolak baru-baru ini sulit menjelaskan.

Menggunakan Hubble Space Telescope, de Pater dan rekan melihat badai mencakup berbagai ketinggian yang dapat dikaitkan dengan pusaran jauh di atmosfer Uranus.
Record-breaking Storm Activity on Uranus in 2014

Imke de Pater, L. A. Sromovsky, P. M. Fry, Heidi B. Hammel, Christoph Baranec, Kunio Sayanagi

arXiv (Submitted on 6 Jan 2015), arXiv:1501.01309

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Bakteri Usus Bacteroides fragilis Link Autisme

Laporan Penelitian - Autisme mungkin link materi kimia yang diproduksi mikroba usus. Tikus yang cemas dan kurang sosial berawal dari campuran senyawa tertentu di dalam usus dan bakteri adalah biangnya. Temuan mendukung hipotesis microbiome usus penyebab perilaku abnormal pada manusia.