Skip to main content

Genom Umur Panjang Paus Kepala Busur Balaena mysticetus

LaporanPenelitian.com - Paus Kepala Busur (Balaena mysticetus) hidup lebih dari 200 tahun memberi wawasan cara hidup panjang dan sehat.

Sekuen genom Paus Kepala Busur (Balaena mysticetus) menawarkan pemahaman baru kepada para biolog tentang kebuntuan mengkorelasikan gen dengan umur panjang.

"Pemahaman kita tentang perbedaan spesies dalam umur panjang sangat miskin, temuan kami memberi kandidat gen baru untuk studi di masa depan," kata Joao Pedro de Magalhaes, genomikawan University of Liverpool.

Paus Kepala Busur (Balaena mysticetus) yang menghuni Laut Greenland dan Arctic adalah keluarga Balaenidae. Tubuh gelap dan dagu khas putih. Tidak seperti kebanyakan Cetacea, mereka tidak memiliki sirip punggung.

Tengkorak berbentuk busur lebih dari 5 meter atau sekitar 35 persen total panjang tubuh digunakan untuk menerjang es tebal. Mereka juga memiliki 40-50 cm lapisan lemak, lebih tebal dibanding paus lain.

Masa pubertas pada usia 20 tahun ketika mencapai panjang sekitar 14 meter. Wanita memiliki 1 anak setiap 3-4 tahun setelah periode kehamilan sekitar 13-14 bulan. Bayi lahir panjang 4 meter dan berat 900 kg.

Dewasa tumbuh sampai panjang 15-20 meter dan berat 100 ton. Umur maksimum rata-rata tidak diketahui. Tapi beberapa laporan menunjukkan mereka bisa hidup hingga 200 tahun.

Mamalia besar dengan sel-sel lebih dari 1.000 kali lebih banyak dari manusia, memiliki risiko rendah kanker bahwa makhluk ini memiliki mekanisme alami lebih efektif untuk menekan penyakit dibanding hewan lain.

"Spesies mengevolusi trik berbeda untuk memiliki umur lebih panjang dan kita mungkin dapat menerapkannya pada manusia dalam melawan penyakit yang berkaitan dengan usia," kata de Magalhaes.

"Genom kepala busur pertama di antara paus besar yang disekuen sehingga informasi mengungkap adaptasi fisiologis berkaitan ukuran yang belum kita pahami setiap rincian sebelumnya," kata de Magalhaes.

"Sel-sel Paus memiliki metabolisme jauh lebih rendah dibanding mamalia kecil dan kita menemukan satu gen tertentu yang terlibat dalam termoregulasi (UCP1)," kata de Magalhaes.
Insights into the Evolution of Longevity from the Bowhead Whale Genome

Michael Keane1 et al.
  1. Integrative Genomics of Ageing Group, Institute of Integrative Biology, University of Liverpool, Liverpool L69 7ZB, UK
Cell Reports, 6 January 2015, DOI:10.1016/j.celrep.2014.12.008. Gambar: NOAA

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.