Skip to main content

Leluhur Manusia Memiliki Fitur Pegangan 3 Juta Tahun Lalu

LaporanPenelitian.com - Leluhur manusia mendapat pegangan alat 3 juta tahun lalu. Nenek moyang mirip manusia memiliki genggaman mirip manusia.

Pada tahun 2010 Shannon McPherron, antropolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig menggali di Ethiopia dan menemukan 2 tulang berdating 3,4 juta tahun.

Tulang dipotong menggunakan batu tajam dan berada di situs Lucy spesies Australopithecus afarensis. Laporan kontroversial bahwa tulang-tulang itu 800.000 tahun lebih tua dari alat-alat batu tertua yang tidak terbantahkan.

Saat itu beberapa antropolog begitu serius berhipotesis bahwa Australopithecus afarensis telah menggunakan alat, meskipun McPherron dan tim belum menemukan alat itu sendiri.

Simpanse menghancurkan kacang-kacangan dan tongkat ke sarang semut untuk menarik mangsa. Tapi manusia unik dalam kemampuan untuk menerapkan presisi dan kekuatan untuk alat-alat.

Sekarang laporan baru menantang asumsi yang telah alam bahwa Handy Man aka Homo habilis adalah perajin pertama alat-alat batu sekitar 2,4 juta tahun lalu.

"Sebaliknya, saya pikir pandangan tradisional bahwa alat batu digunakan hanya anggota genus Homo sudah usang," kata Tracy Kivell, antropolog University of Kent.

"Penggunaan batu sebagai alat kembali jauh lebih awal, jauh sebelum munculnya genus Homo," kata Kivell.

Kivell dan rekan sampai pada kesimpulan setelah menganalisis struktur tulang internal tangan Australopithecus dari periode Pliosen sekitar 5,3-2,6 juta tahun lalu.

Individu Australopithecus memiliki campuran fitur kera dan manusia. Mereka memiliki tulang kaki bipedal tegak, tetapi juga memiliki lengan panjang untuk memanjat pohon.

Australopithecus africanus memiliki tangan seperti manusia yang mampu mengatasi presisi seperti meremas benda-benda kecil. Para anggota awal pohon keluarga manusia juga memiliki jempol opposable.

Fitur ini kemungkinan berevolusi dari nenek moyang manusia bahkan sebelumnya memiliki jari yang panjang dan jempol pendek yang memudahkan manuver di atas pohon.

"Alat-alat batu dikenali pertama terdiri dari kerikil batu dan serpihan sederhana untuk dating sekitar 2,5 juta di Ethiopia," kata Matthew Skinner, antropolog University of Kent.

"Ada beberapa bukti untuk jenis-jenis tanda pemotongan 3,4 juta tahun lalu, jangka waktu hanya terkait dengan australopith," kata Skinner.
Human-like hand use in Australopithecus africanus

Matthew M. Skinner1,2,3,4 et al.
  1. School of Anthropology and Conservation, University of Kent, Canterbury CT2 7NR, UK.
  2. Department of Anthropology, University College London, London WC1H 0BW, UK.
  3. Department of Human Evolution, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Deutscher Platz 6, 04103 Leipzig Germany.
  4. Evolutionary Studies Institute and Centre for Excellence in PalaeoSciences, University of the Witwatersrand, Private Bag 3, Wits 2050, South Africa
Science, 23 January 2015, DOI:10.1126/science.1261735. Gambar: T.L. Kivell

Comments

Populer

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati. Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.


Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.

Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik …

Cacing Mata Sapi Thelazia gulosa Menginfeksi Mata Manusia

Seorang wanita berusia 26 tahun merasakan sesuatu di mata kiri selama berhari-hari, tapi ini bukan bulu mata yang menyebalkan atau serangga yang menyemprotkan racun ke wajahnya. Seminggu setelah iritasi pertama, penduduk Oregon tersebut menarik cacing transparan panjang 1 sentimeter dari matanya.

Sebuah kasus kambuhan manusia pertama yang pernah dilaporkan tentang parasit mata sapi, Thelazia gulosa. Selama 20 hari, dia dan dokter menyingkirkan 14 cacing dari mata yang terinfeksi. Tim dokter melaporkan ke di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Setelah itu tidak ada lagi sintom iritasi mata.


"Ini peristiwa sangat langka dan menarik dari perspektif parasitologis. Mungkin tidak begitu menyenangkan jika Anda pasiennya," kata Richard Bradbury, parasitolog di U.S. Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta.

T. gulosa adalah nematoda di Amerika Utara, Eropa, Australia dan Asia Tengah. Mereka menginfeksi mata ternak yang besar dan menghabiskan tahap larva di …

Kecepatan Perjalanan Cahaya Tidak Selamanya Konstan

LaporanPenelitian.com - Kecepatan cahaya tidak konstan selamanya, struktur pulsa dapat memperlambat foton bahkan dalam ruang hampa.